UNDERWRITING,AKTUARIA,MANAGEMEN RISIKO,DAN PENILAIAN KERUGIAN

UNDERWRITING

Underwriting adalah sebuah proses identifikasi dan seleksi risiko dari calon tertanggung yang mengasuransikan dirinya di sebuah perusahaan asuransi.

Individu yang melakukan proses underwriting adalah seorang underwriter. Underwriting muncul karena adanya beberapa faktor yang mendasari. Salah satu diantaranya adalah sebuah usaha agar calon tertanggung mendapatkan beban premi yang sesuai dengan risiko yang di milikinya dengan kata lain ada keadilan dalam pembebanan premi. Selain itu, pembebanan premi harus tidak merugikan perusahaan asutransi. Coba bayangkan ketika tidak ada underwriting dalam perusahaan asuransi, tertanggung dengan risiko tinggi bisa dengan mudahnya mendapatkan perlindungan asuransi dengan beban premi standar padahal jika terjadi risiko akan sangat merugikan perusahaan.

Penambahan atau pengurangan premi karena adanya proses underwriting sering dinamakan sebagai proses rating. Orang dengan risiko yang standar atau tidak memiliki kecendrungan untuk merugikan perusaahaan dalam waktu yang relatif pendek akan dikenakan rating standar atau tidak ada penambahan premi untuk risikonya. Sedangkan orang dengan tingkat risiko diatas standar akan masuk kedalam kelas Substandar yang akan dikenakan premi lebih tinggi dari premi standar. Untuk case dimana individu tidak merokok dan memiliki risiko rata-rata maka dia akan dimasukkan kedalam Super preferred class yang dalam bahasa umum dikenakan premi lebih rendah dari premi standar.

Jenis-jenis risiko pun dapat di kelompokkan dalam beberapa jenis diantaranya : Risiko pekerjaan, risiko kesehatan, Risiko karena hobby yang disukai ataupun risiko karena daerah yang ditempati. Bagaimanapun juga jenis-jenis risiko ini membantu seorang underwriter untuk melakukan klasifikasi risiko dari calon tertanggung.

AKTUARIA

Aktuaria adalah bidang ilmu perpaduan antara matematika, statistika dan ekonomi yang berperan dalam menilai atau memperkirakan risiko

Keahlian aktuaris :

  1. Mengevaluasi kemungkinan kejadian-kejadian yang akan datang
  2. Menyelesaikan cara untuk mengurangi kemungkinan kejadian yang tidak di inginkan
  3. Menurunkan dampak dari kejadian yang tidak di inginkan

MANAJEMEN RISIKO

Sebagai suatu organisasi, perusahaan pada umumnya memiliki tujuan dalam mengimplementasikan manajemen risiko. Tujuan yang ingin dicapai antara lain adalah : mengurangi pengeluaran, mencegah perusahaan dari kegagalan, menaikkan keuntungan perusahaan, menekan biaya produksi dan sebagainya. Apa itu ‘manajemen risiko’?

Manajemen risiko adalah proses pengelolaan risiko yang mencakup identifikasi, evaluasi dan pengendalian risiko yang dapat mengancam kelangsungan usaha atau aktivitas perusahaan.

Asuransi adalah salah satu bentuk pengendalian risiko yang dilakukan dengan cara mengalihkan/transfer risiko dari satu pihak ke pihak lain dalam hal ini adalah perusahaan asuransi

Apakah semua risiko dapat diasuransikan?

Tidak semua risiko dapat diasuransikan. Risiko-risiko yang dapat diasuransikan adalah : risiko yang dapat diukur dengan uang, risiko homogen (risiko yang sama dan cukup banyak dijamin oleh asuransi), risiko murni (risiko ini tidak mendatangkan keuntungan), risiko partikular (risiko dari sumber individu), risiko yang terjadi secara tiba-tiba (accidental), insurable interest (tertanggung memiliki kepentingan atas obyek pertanggungan) dan risiko yang tidak bertentangan dengan hukum.

Konsep dasar  semua risiko mengandung ketidakpastian. Sebagian dari risiko tersebut dapat dialihkan kepada asuransi, sehingga dikatakan bahwa salah satu cara pengalihan risiko adalah dengan cara berasuransi. Namun tentu tidak semua risiko dapat diasuransikan. Ketidakpastian yang terdapat dalam setiap risiko mencakup dua hal, yaitu ketidakpastian mengenai:
1.  Terjadi atau tidak terjadinya peristiwa yang menimbulkan kerugian.

2. Besar kecilnya kemungkinan kerugian jika terjadi peristiwa yang menimbulkan kerugian tersebut. Sehingga dengan demikian, dapatlah dikatakan bahwa manajemen risiko adalah;

“suatu kegiatan atau langkah-langkah pengelolaan risiko yang mencakup identifikasi, evaluasi dan pengendalian risiko yang dapat mengancam kelangsungan usaha atau aktivitas perusahaan”.

Tahap-tahap Manajemen Risiko:

  • Mengidentifikasi terlebih dahulu risiko-risiko yang mungkin akan dialami oleh perusahaan
  • Mengevaluasi atas masing-masing risiko ditinjau dari severity (nilai risiko) dan frekuensinya
  • Mengendalikan risiko, secara fisik (risiko dihilangkan, risiko di minimalisir) dan ataupun secara finansial (risiko ditahan, risiko ditransfer)
  • Menghilangkan risiko berarti menghapuskan semua kemungkinan terjadinya kerugian misalnya dalam mengendarai mobil di musim hujan, kecepatan kendaraan dibatasi maksimum 60 km/jam
  • Meminimasi risiko dilakukan dengan upaya-upaya untuk meminimumkan kerugian misalnya dalam produksi, peluang terjadinya produk gagal dapat dikurangi dengan pengawasan mutu (quality control)
  • Menahan sendiri risiko berarti menanggung keseluruhan atau sebagian dari risiko, misalnya dengan cara membentuk cadangan dalam perusahaan untuk menghadapi kerugian yang bakal terjadi (retensi sendiri)
  • Pengalihan/transfer risiko dapat dilakukan dengan memindahkan kerugian/risiko yang mungkin terjadi kepada pihak lain, misalnya perusahaan asuransi

Detail Kegiatan Manajemen Risiko

Teknik mengelola risiko melalui proses :

  • Identifikasi risiko (menginventarisasi risiko yang dimiliki suatu obyek)
  • Analisa risiko (menganalisa profil risiko yang teridentifikasi)
  • Evaluasi risiko (mengukur frekuensi dan dampak terhadap risiko yang ada)
  • Pengendalian risiko.(Retain, Reduce, Eliminate, Transfer to Insurance)

Tujuan :

  • Memahami risiko atas suatu obyek.
  • Meningkatkan tingkat Kesehatan Keselamatan Kerja (K3).
  • Meningkatkan efisiensi atas beban operasional perusahaan.

Risk Survey / Assessment
Survey terhadap obyek yang akan diasuransikan serta hal-hal lain yang dapat mempengaruhi besar kecilnya risiko terhadap obyek yang akan diasuransikan.

Tujuan :

  • Mengetahui secara detil obyek yang akan diasuransikan, meliputi : jenis, jumlah dan spesifikasi obyek, lokasi, legalitas, kepemilikan, potensi klaim, kemungkinan besaran kerugian jika terjadi klaim, safety factor, dll.
  • Meyakinkan Underwriter / Perusahaan Asuransi bahwa calon Tertanggung memiliki itikad terbaik dalam berasuransi.

Risk Valuation
Penilaian (Appraisal) terhadap obyek yang diasuransikan.

Tujuan :

  • Mendapatkan nilai yang sebenarnya atas obyek yang akan diasuransikan.
  • Menghindari under Insured, manakala nilai pertanggungan lebih kecil daripada actual value.

PENILAIAN KERUGIAN ASURANSI

Perusahaan Penilai Kerugian Asuransi adalah Perusahaan yang memberikan jasa penilaian terhadap kerugian pada obyek asuransi yang di pertanggungkan

3 thoughts on “UNDERWRITING,AKTUARIA,MANAGEMEN RISIKO,DAN PENILAIAN KERUGIAN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s