PUTUSAN AKHIR (HASIL TUGAS KULIAH)

P U T U S A N

Nomor: PDM-18/Bdg/06/2011

“DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA”

 

Pengadilan Negeri Bandung yang memeriksa dan mengadili perkara pidana biasa pada tingkat pertama, dalam menjatuhkan putusan sebagai berikut dalam perkara terdakwa:

Nama lengkap             : Andrian

Tempat lahir                : Bandung

Umur/tanggal lahir      : 48 tahun/ 1 Januari 1963

Jenis kelamin               : Laki-laki

Kebangsaan                 : Indonesia

Tempat tinggal            : Jln.Pabrik Tekstil No.1005

Agama                         : Islam

Pekerjaan                     : Pengusaha

Pendidikan                  : SLTA

Terdakwa ditahan oleh Pihak Kepolisian dengan jenis penahanan RUTAN sejak Tanggal  10 Juni 2011 sampai dengan di limpahkannya ke Pengadilan Negeri Bandung.——

Terdakwa di persidangan didampingi oleh penasihat hukumnya:———————–

  1. DINA BERLIANA MUSTIKA,SH.,MH;—————————————————
  2. LARASATI DEWI,SH;————————————————————————–
  3. GITA ANGGRAENI,SH;———————————————————————–

dari Kantor ADVOKAT dan KONSULTAN HUKUM “DINA BERLIANA & ASSOCIATES”yang beralamat di Bumi Abdi Praja Gang VA No.777, Subang – 41251 Phone: (0260) 411222 berdasarkan Surat Kuasa Khusus tertanggal : 28 Juni 2011.————

Pengadilan negeri tersebut;——————————————————-

Setelah membaca berkas pemeriksaan pendahuluan dan surat-surat lain yang bersangkutan dengan perkara;———————————————————

Setelah membaca penetapan Ketua Pengadilan NegeriPDM- 25/SBG/29/ 2011 tentang penujukan Hakim/Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara tersebut;————-

Setelah membaca Penetapan Ketua Majelis Hakim Nomor:PDM-26/SBG/29/ 2011 tentang penetapan hari persidangan pertama perkara tersebut;——————————————–

Setelah mendengar pembacaan Surat Dakwaan Jaksa Penuntut Umum tertanggal: 24 Juni 2011.——————————————————————

Setelah memperhatikan Eksepsi yang dikemukakan oleh Terdakwa/Penasihat Hukum terdakwa di persidangan tanggal: 1 Juli 2011 yang pada akhir kesimpulannya berpendapat bahwa dakwaan yang dibuat oleh Jaksa Penuntut Umum adalah tidak jelas (Obscuur Libel) dengan dipergunakannya kata kira-kira dan atau setidak-tidaknya  dalam menentukan Locus dan Tempos delicti sehingga surat dakwaan tersebut batal demi hukum.—————–

Setelah memperhatikan Putusan sela Majelis Hakim tanggal 8 Juli 2011 yang amarnya berbunyi:————————————————————————————

  1. Menyatakan bahwa keberatan tim penasihat hukum terdakwa ANDRIAN tidak dapat diterima.———————————————————————————-
  2. Menyatakan bahwa pemerikasaan perkara terdakwa ANDRIAN dilanjutkan.——–

Setelah mendengar keterangan saksi-saksi dan keterangan terdakwa di persidangan;——

 

Setelah mendengar pula Tuntutan/Requisitor dari Jaksa Penuntut Umum yang pokoknya menuntut supaya Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bandung yang mengadili dan memeriksa perkara ini memutuskan:————————————————————————–

  1. Menyatakan terdakwa ANDRIAN,bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dalam Pasal:———————————————

–          Dakwaan kesatu kumulatif : pasal 378 KUHP

–          Dakwaan Kedua kumulatif : Pasal 369 ayat (1) KUHP

–          Dakwaan ketiga kumulatif : Pasal 263 ayat (1) KUHP

–          Dawaan keempat kumulatif : Pasal 351 ayat (2) KUHP

  1. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa tersebut dengan pidana penjara selama 8 tahun dengan dikurangi masa penahanan.———————————
  2. Menyatakan barang bukti berupa: —————————————
  • V.e.R No.10/V/RSU/2011 tanggal 1 Mei 2011 atas nama Sdr.Budi yang dibuat dan ditandatangani oleh dr.Asep Sunandar,M.P.H.
  • Salinan perjanjian hutang piutang antara Budi dan terdakwa dengan Budi sebagai kreditur dan terdakwa sebagai debitur.
  • Salinan perjanjian hutang piutang antara Budi dengan terdakwa dengan terdakwa sebagai kreditur dan Budi sebagai debitur.
  • Kwitansi pinjaman ,pembayaran hutang dan sisa hutang antara terdakwa dengan Budi.
  • Kwitansi pinjaman, pembayaran hutang dan sisa hutang antara terdakwa dengan Ginodani.
  • Sebatang kayu balok adalah sah menurut hukum..——————-
  1. 4.      Menetapkan supaya terdakwa dibebankan untuk membayar biaya perkara sebesar Rp. 100.000,- (seratus ribu rupiah).—————————————————

Setelah memperhatikan pembelaan terdakwa secara tertulis dan dibacakan secara lisan dalam persidangan Yang pada pokoknya menyatakan:—————————————–

–          Bahwa dakwaan keempat kumulatif yang menyatakan bahwa terdakwa telah melakukan penganiayaan yang mengakibatkan luka berat sebagaimana diatur dalam Pasal 351 ayat (2) KUHP yang didakwakan kepada terdakwa TIDAK DAPAT DIBUKTIKAN secara sah dan meyakinkan menurut hukum.

–          Bahwa secara objektif harus diakui bahwa dakwaan kesatu, kedua, dan ketiga kumulatif yang didakwakan pada terdakwa yang menyatakan terdakwa telah melakukan tindak pidana penipuan, pengancaman dengan membuka rahasia, dan pemalsuan surat sebagaimana diatur dalam Pasal 378 KUHP, Pasal 369 ayat (1) KUHP, serta Pasal 263 ayat (1) KUHP telah TERBUKTI secara sah dan meyakinkan. Dengan demikian ada beberapa catatan sesuai dalam fakta yang terungkap di persidangan yang bersifat meringankan terdakwa.

 

Setelah memperhatikan Replik dari Jaksa Penuntut Umum atas pembelaan terdakwa / penasihat hukum yang di ajukan pada tanggal 22 juli 2011 secara lisan ; yang pada pokoknya sebagai berikut: Bahwa penuntut umum tetap pada tuntutan yang sebelumnya yang menyatakan bahwa terdakwa bersalah sesuia dengan apa yang didakwakan dlam surat dakwaan.————–

Setelah memperhatikan pula duplik dari terdakwa/penasehat hukum yang diajukan pada tanggal 22 Juli  2011 secara lisan yang pada pokoknya sebagai berikut:————————

Bahwa penasehat hukum terdakwa tetap pada pembelaan yang telah dibacakan dalam persidangan.———————————

Menimbang bahwa terdakwa dihadapkan di persidangan Pengadilan Negeri Subang Telah di dakwa oleh jaksa penuntut umum telah melakukan perbuatan pidana seperti tersebut  dalam surat dakwaan penuntut umum tertanggal 24 Juni  2011 Nomor: PDM-18/Bdg/06/2011yaitu sebagai berikut: ———————————————————–

–          Dakwaan kesatu kumulatif : pasal 378 KUHP

–          Dakwaan Kedua kumulatif : Pasal 369 ayat (1) KUHP

–          Dakwaan ketiga kumulatif : Pasal 263 ayat (1) KUHP

–          Dawaan keempat kumulatif : Pasal 351 ayat (2) KUHP

Menimbang,bahwa di persidangan telah di periksa saksi-saksi yang di ajukan oleh Jaksa Penuntut Umum yang di bawah sumpah menerangkan hal-hal yang pada pokoknya sebgai berikut:————————————————————————————

  1. Saksi I Budi, 45 tahun, di depan persidangan dibawah sumpah menerangkan sebagai berikut :

–          Saksi adalah teman dekat dan rekan bisnis terdakwa,

–          Saksi mengetahui tabiat terdakwa yang suka berjudi dan berfoya-foya.

–          Pada hari Rabu tanggal 20 Januari 2011 sekitar jam 09.00 WIB,terdakwa datang ke rumah saksi untuk meminjam uang sebesar Rp.300.000.000,- (tiga ratus juta rupiah).

–          Saksi ingat pada saat itu terdakwa merayu saksi agar saksi meminjamkan uang tersebut kepada terdakwa, terdakwa mengatakan bahwa uang tersebut akan dipergunakan untuk usaha bisnisnya yang sedang berkembang pesat, serta uang tersebut juga akan dipergunakan untuk membeli bahan bahan baku dan material pabrik dalam rangka pengembangan bisnisnya.

–          Saksi tidak mengetahui untuk apa sebenarnya uang tersebut akan dipergunakan.

–          Saksi yang mengetahui tabiat buruk terdakwa yang suka berjudi dan berfoya-foya menolak untuk meminjamkan uang tersebut.

–          Saksi melihat terdakwa menjadi emosi dan mulai mengancam saksi dengan berkata “jika kamu tidak memberi saya pinjaman uang itu,saya akan membongkar rahasia mu” !

–          Saksi menjadi takut dan tidak berdaya yang pada akhirnya memberikan pinjaman uang sebesar Rp.300.000.000,- (tiga ratus juta rupiah) kepada terdakwa.

–          Perjanjian pinjam meminjam itu di tuangkan dalam perjanjian tertulis dimana terdakwa akan melunasi hutangnya sekaligus pada tanggal 30 April 2011.

–          Saksi ingat bahwa nama yang tercantum dalam perjanjian pinjam meminjam itu adalah nama saksi sebagai kreditur dan nama terdakwa sebagai debitur serta ditandatangani oleh saksi dan terdakwa.

–          Bahwa pada tanggal 01 Mei 2011 sekitar jam 11.00 WIB saksi mendatangi rumah terdakwa untuk menagih uang yang di pinjam terdakwa.

–          Saksi ingat bahwa saat itu terdakwa berkata tidak mempunyai uang untuk membayar hutangnya,saksi tidak mengetahui alasan jelas terdakwa tidak mempunyai uang.

–          Saksi dan terdakwa terlibat pertengkaran dimana saksi menerangkan bahwa pertengkaran itu hanya pertengkaran adu mulut antara saksi dengan terdakwa.

–          Tetapi ketika itu pula terdakwa dengan kalap memukul saksi dengan sebatang kayu balok dan saksi tidak bisa melindungi dirinya karena terdakwa terus memukul saksi.

–          Akibat pukulan tersebut saksi mendapat luka sangat serius dan memar dibagian bahu sebelah kiri, telinga sebelah kiri dan pelipis kanan mengalami pendarahan.

–          Ketika ada kesempatan untuk melarikan diri,sambil menahan sakit saksi melaporkan kejadian tersebut ke kantor polisi yang letaknya tidak jauh dari rumah terdakwa.

–          Saksi tidak mengetahui bahwa pada saat itu pula terdakwa melarikan diri. Saksi baru mengetahuinya setelah diberitahu oleh pihak kepolisian.

Tanggapan terdakwa :

–        Keterangan saksi benar,bahwa ia mendatangi rumah saksi untuk meminjam uang sebesar Rp.300.000.000,- (tiga ratus juta rupiah) yang akan dipergunakan untuk mengembangkan usaha bisnisnya yang diantaranya untuk membeli bahan baku dan material pabrik.

–        keterangan saksi salah,bahwa ia telah mengancam saksi karena ia merasa tidak mengancam saksi.

–        Setelah berbicara dengan saksi, akhirnya terdakwa diberi pinjaman uang tersebut dan antara saksi dengan terdakwa sudah sepakat agar terdakwa melunasi hutangnya sekaligus pada tanggal 30 April 2011.

–        Pada tanggal 1 Mei 2011 benar saksi mendatangi rumah terdakwa untuk menagih hutangnya. Pada saat itu terdakwa benar-benar tidak mempunyai uang untuk membayar hutangnya.

–        Saksi meminta terdakwa untuk segera membayar hutangnya,terdakwa saat itu langsung kalap dan memukul saksi dengan balok kayu di daerah bahu sebelah kiri,telinga sebelah kiri dan pelipis kanan.

–        Bahwa terdakwa setelah melakukan pemukulan tersebut menjadi takut dan melarikan diri.

  1. Saksi II Ginodani, 49 tahun, di depan persidangan dibawah sumpah menerangkan sebagai berikut :

–          Saksi memang mengenal terdakwa karena terdakwa adalah teman dekat saksi.

–          Sekitar pertengahan tahun 2009, yang mana saksi lupa bulannaya, terdakwa mendatangi saksi untuk meminjam uang sebesar Rp.300.000.000,- (tiga ratus juta rupiah).

–          Saksi ingat bahwa uang tersebut akan dipakai oleh terdakwa untuk merenovasi rumahnya.

–          Saksi meminjamkan uang tersebut karena merasa tidak enak kepada terdakwa yang notabene adalah teman dekatnya

–          Terdakwa berjanji akan melunasi hutang tersebut secepatnya setelah renovasi rumahnya selesai.

–          Tetapi sampai akhir tahun 2011 terdakwa tidak juga segera melunasi hutangnya,padahal renovasi rumah terdakwa telah selesai pada akhir tahun 2009

–          Saksi memberi waktu lagi kepada terdakwa untuk melunasi hutangnya dan terdakwa berjanji kepada saksi akan melunasi hutangnya pada tanggal 2 Mei 2011.

–          Pada tanggal 4 Februari 2011,terdakwa membayar hutang kepada saksi tetapi hanya sebesar Rp.200.000.000,- (dua ratus juta rupiah).

–          Saksi tidak tahu dari mana uang yang didapatkan oleh terdakwa untuk membayar hutangnya kepada saksi.

–          Saksi sangat kesal karena terdakwa sudah terlalu lama meminjam uang tersebut dan terdakwa sangat sekali untuk di tagih untuk membayar hutangnya.

–          Terdakwa berjanji kepada saksi akan membayar sisa hutang sebesar Rp.100.000.000,- (seratus juta rupiah) pada tanggal 2 Mei 2011 karena terdakwa menunggu pelunasan hutang dari rekan bisnisnya.

–          Saksi tidak mengetahui siapa rekan bisnis terdakwa.

–          Saksi ingat,bahwa saat itu terdakwa memperlihat surat perjanjian hutang piutang dimana didalamnya memang tertulis nama terdakwa sebagai kreditur dan rekan terdakwa yang saksi lupa namanya sebagai debitur.

Tanggapan terdakwa:

–        Keterangan saksi benar.

Menimbang, bahwa di persidangan didengar keterangan terdakwa yang pada pokoknya telah menerangkan sebagai berikut:——————————————————————–

–        Bahwa pada tanggal 20 Januari 2011 terdakwa memang datang ke rumah saksi I  untuk meminjam uang sebesar Rp.300.000.000,- (tiga ratus juta rupiah).

–        Awalnya saksi I menolak,setelah berbicara dengan saksi I akhirnya saksi I meminjamkan uang tersebut dengan perjanjian tertulis yang mana uang tersebut akan dikembalikan pada sekaligus tanggal 30 April 2011.

–        Uang tersebut akan dipergunakan untuk mengembangkan usaha bisnisnya.

–        Bahwa pada pertengahan tahun 2009 terdakwa benar meminjam uang kepada saksi II sebesar Rp.300.000.000,- (tiga ratus juta rupiah) untuk renovasi rumahnya.

–        Terdakwa hanya mengembalikan uang kepada saksi II sebesar Rp.200.000.000,- (dua ratus juta rupiah).

–        Terdakwa akan mengembalikan sisa pinjaman kepada saksi II pada tanggal 2 Mei 2011.

–        Terdakwa membenarkan keterangan saksi I dan II didepan persidangan.

–        Terdakwa membenarkan seluruh barang bukti yang diajukan dipersidangan.

 

Menimbang, bahwa di persidangan telah diajukan dan diperlihatkan barang bukti/alat bukti lainnya berupa:————————————————————————————

–        V.e.R No.10/V/RSU/2011 tanggal 1 Mei 2011 atas nama Sdr.Budi yang dibuat dan ditandatangani oleh dr.Asep Sunandar,M.P.H

–        Salinan perjanjian hutang piutang antara Budi dan terdakwa dengan Budi sebagai kreditur dan terdakwa sebagai debitur.

–        Salinan perjanjian hutang piutang antara Budi dengan terdakwa dengan terdakwa sebagai kreditur dan Budi sebagai debitur.

–        Kwitansi pinjaman ,pembayaran hutang dan sisa hutang antara terdakwa dengan Budi.

–        Kwitansi pinjaman, pembayaran hutang dan sisa hutang antara terdakwa dengan Ginodani.

–        Sebatang kayu balok.

Menimbang, bahwa dari keterangan saksi-saksi ,keterangan terdakwa kemudian dihubungkan dengan alat bukti/barang bukti lainnya, maka pada gilirannya Majelis Hakim memperoleh fakta-fakta sebagai berikut;————————————————–

  1. Pada hari Rabu tanggal 20 Januari 2011 sekitar jam 09.00 WIB,terdakwa datang ke rumah saksi korban untuk meminjam uang sebesar Rp.300.000.000,- (tiga ratus juta rupiah).
  2. Saksi ingat pada saat itu terdakwa merayu saksi agar saksi korban meminjamkan uang tersebut kepada terdakwa, terdakwa mengatakan bahwa uang tersebut akan dipergunakan untuk usaha bisnisnya yang sedang berkembang pesat, serta uang tersebut juga akan dipergunakan untuk membeli bahan bahan baku dan material pabrik dalam rangka pengembangan bisnisnya.
  3. Saksi korban melihat terdakwa menjadi emosi dan mulai mengancam saksi dengan berkata “jika kamu tidak memberi saya pinjaman uang itu,saya akan membongkar rahasia mu” !
  4. Saksi korban menjadi takut dan tidak berdaya yang pada akhirnya memberikan pinjaman uang sebesar Rp.300.000.000,- (tiga ratus juta rupiah) kepada terdakwa.
  5. Sekitar pertengahan tahun 2009, yang mana saksi I lupa bulannaya, terdakwa mendatangi saksi untuk meminjam uang sebesar Rp.300.000.000,- (tiga ratus juta rupiah).
  6. Perjanjian pinjam meminjam itu di tuangkan dalam perjanjian tertulis dimana terdakwa akan melunasi hutangnya sekaligus pada tanggal 30 April 2011.
  7. Saksi ingat bahwa nama yang tercantum dalam perjanjian pinjam meminjam itu adalah nama saksi sebagai kreditur dan nama terdakwa sebagai debitur serta ditandatangani oleh saksi dan terdakwa.
  8. Bahwa pada tanggal 01 Mei 2011 sekitar jam 11.00 WIB saksi mendatangi rumah terdakwa untuk menagih uang yang di pinjam terdakwa.
  9. Sekitar pertengahan tahun 2009, yang mana saksi lupa bulannaya, terdakwa mendatangi saksi untuk meminjam uang sebesar Rp.300.000.000,- (tiga ratus juta rupiah).
  10. Saksi ingat bahwa saat itu terdakwa berkata tidak mempunyai uang untuk membayar hutangnya,saksi tidak mengetahui alasan jelas terdakwa tidak mempunyai uang.
  11. Saksi dan terdakwa terlibat pertengkaran dimana saksi menerangkan bahwa pertengkaran itu hanya pertengkaran adu mulut antara saksi dengan terdakwa.
  12. Tetapi ketika itu pula terdakwa dengan kalap memukul saksi dengan sebatang kayu balok dan saksi tidak bisa melindungi dirinya karena terdakwa terus memukul saksi.
  13. Akibat pukulan tersebut saksi mendapat luka sangat serius dan memar dibagian bahu sebelah kiri, telinga sebelah kiri dan pelipis kanan mengalami pendarahan.
  14. Saksi I ingat bahwa uang tersebut akan dipakai oleh terdakwa untuk merenovasi rumahnya.
  15. Terdakwa berjanji akan melunasi hutang tersebut secepatnya setelah renovasi rumahnya selesai.
  16. Tetapi sampai akhir tahun 2011 terdakwa tidak juga segera melunasi hutangnya,padahal renovasi rumah terdakwa telah selesai pada akhir tahun 2009
  17. Saksi I memberi waktu lagi kepada terdakwa untuk melunasi hutangnya dan terdakwa berjanji kepada saksi I akan melunasi hutangnya pada tanggal 2 Mei 2011.
  18. Pada tanggal 4 Februari 2011,terdakwa membayar hutang kepada saksi I tetapi hanya sebesar Rp.200.000.000,- (dua ratus juta rupiah).
  19. Terdakwa berjanji kepada saksi I akan membayar sisa hutang sebesar Rp.100.000.000,- (seratus juta rupiah) pada tanggal 2 Mei 2011 karena terdakwa menunggu pelunasan hutang dari rekan bisnisnya.
  20. Saksi I ingat,bahwa saat itu terdakwa memperlihat surat perjanjian hutang piutang dimana didalamnya memang tertulis nama terdakwa sebagai kreditur dan rekan terdakwa yang saksi I lupa namanya sebagai debitur.

Menimbang, bahwa terdakwa diajukan ke persidangan karena didakwakan dengan dakwaan kumulatif ,yaitu melanggar pasal 378 KUHP, pasal 369 aat(1) KUHP, pasal 263 ayat (1)  KUHP, dan pasal 351 ayat(2) KUHP;————————————

Menimbang, bahwa untuk dapat dipersalahkan melanggar pasal 378 KUHP maka perbuatan terdakwa harus memenuhi unsur-unsur:———————————————-

  1. Barang siapa;
  2. Dengan maksud untuk menguntungkan diri  atau orang lain;
  3. Secara melawan hukum;
  4. Membujuk atau  menggerakan orang lain dengan memakai nama palsu atau  martabat palsu,dengan tipu muslihat atau rangkaian kebohongan;
  5. Menggerakan orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu kepadanya atau supaya memberi hutang maupun menghapuskan piutang.

Menimbang, bahwa sekarang harus dibuktikan apakah perbuatan terdakwa memenuhi unsur-unsur seperti tersebut diatas;—————————————————————–

Unsur Barang siapa

ad 1.    Unsur Barang siapa

Yang dimaksud dengan kata “barang siapa” di sini adalah siapa saja yang menjadi subyek hukum yaitu sebagai pembawa hak dan kewajiban atau siapa pelaku dari perbuatan pidana yang dilakukan, yang dalam hal ini tidak lain adalah terdakwa Andrian sendiri. Dengan demikian unsur ke-1 ini telah terpenuhi.

ad 2.    Unsur Dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain

Yang dimaksud dengan kata “untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain” adalah  terdakwa melakukan tindak pidana tersebut adalah untuk menguntungkan dirinya sendiri atau orang lain, unsur  ini diperkuat karena dengan uang yang diperoleh terdakwa dari Budi maka akan menguntungkan terdakwa untuk membayar hutangnnya kepada Ginodani. Dengan demikian unsure ke-2 ini telah terpenuhi.

ad 3.    Unsur Secara melawan hukum

Unsur ini telah terpenuhi bahwa perbuatan yang dilakukan oleh terdakwa jelas perbuatan melawan hukum.

ad 4.    Unsur Membujuk atau  menggerakan orang lain dengan  memakai nama palsu atau martabat palsu,dengan tipu muslihat atau rangkaian kebohongan

            unsur ini terpenuhi dengan fakta-fakta bahwa ketika akan meminjam uang kepada Budi terdakwa dengan berbagai cara  merayu Budi dan memberitahu bahwa uang tersebut akan dipergunakan untuk mengembangkan usaha bisnisnya padahal sebenarnya uang tersebut akan terdakwa pergunakan untuk membayar hutang kepada Ginodani dengan jumlah yang sama. Dengan demikian unsur ke-3 ini telah terpenuhi.

ad 5.    Unsur Menggerakan orang lain untuk menyerahkan  barang sesuatu kepadanya atau supaya memberi hutang maupun menghapuskan piutang.

            Unsur ini telah terpenuhi bahwa dengan alasan untuk mengembangkan usaha bisnisnya, Budi memberikan pinjaman kepada terdakwa. Dengan demikian semua unsur ini TELAH TERPENUHI.

Sehingga dengan demikan unsure pasal 378 KUHP dapat Dibuktikan;

Dengan terbuktinya semua unsure pasal 378 KUHP yang didakwakan kepada terdakwa maka dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdakwa Andrian telah terbukti melakukan tindakan Penipuan sebagaimana diatur dalam pasal 378 KUHP.

Bahwa surat dakwaan yang diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum adalah dakwaan Kumulatif. Bahwa dalam dakwaan kumulatif , terdakwa didakwa  melakuakn lebih dari satu perbuatan pidana, dimana perbuatan pidana tersebut berdiri sendiri, maka semua dakwaan yang didakwakan kepada terdakwa harus dibuktikan semuanya.

Menimbang, bahwa untuk dapat dipersalahkan melanggar Pasal 369 ayat (1)  KUHP maka perbuatan terdakwa harus memenuhi unsur-unsur:

–        Barang siapa;

–        Dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum;

–        Dengan ancaman pencemaran nama baik dengan lisan maupun tulisan atau dengan ancaman akan membuka rahasia;

–        Memaksa orang supaya memberikan barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang itu atau orang lain;

–        Supaya membuat utang atau menghapuskan piutang.

unsure-unsur pasal 369 ayat (1)  KUHP berdasarkan fakta-fakta yang terungkap dipersidangan sebagai berikut :

Ad.1 Unsur barang siapa;

           Yang dimaksud dengan kata “barang siapa” di sini adalah siapa saja yang menjadi subyek hukum yaitu sebagai pembawa hak dan kewajiban atau siapa pelaku dari perbuatan pidana yang dilakukan, yang dalam hal ini tidak lain adalah terdakwa Andrian sendiri. Dengan demikian unsur ke-1 ini telah terpenuhi.

Ad.2 Unsur Dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum;

Yang dimaksud dengan kata “untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain” adalah  terdakwa melakukan tindak pidana tersebut adalah untuk menguntungkan dirinya sendiri atau orang lain, unsur  ini diperkuat karena dengan uang yang diperoleh terdakwa dari Budi maka akan menguntungkan terdakwa untuk membayar hutangnnya kepada Ginodani. Dengan demikian unsure ke-2 ini telah terpenuhi.

Ad.3 Unsur Dengan ancaman pencemaran nama baik dengan lisan maupun tulisan atau dengan ancaman akan membuka rahasia;

            Berdasarkan fakta yang telah diuraikan tersebut diatas, diperoleh fakta bahwa terdakwa mengancam Budi apabila Budi tidak mau meminjamkan uang tersebut,maka terdakwa akan membuka rahasia Budi yang mempunyai wanita simpanan. Dimana perbuatan Budi tersebut akan merusak nama baiknya juga reputasinya dan rumah tangganya. Namun apabila Budi mau memberikan pinjaman uang tersebut maka rahasia tersebut tidak akan dibongkar oleh terdakwa. Dengan demikian unsure ke-3 ini telah terpenuhi.

Ad.4 Unsur Memaksa orang supaya memberikan barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang itu atau orang lain;

Mengenai unsur ‘memaksa orang supaya memberikan barang sesuatu yang seruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain’ dalam perkara ini berdasarkan keterangan saksi Budi dan keterangan terdakwa sendiri dan dihubungkan dengan barang bukti, diperoleh fakta bahwa perbuatan terdakwa yang mengancam saksi Budi akan membongkar rahasia hubungan gelap Budi dengan wanita lain tersebut telah memaksa saksi Budi sehingga bersedia meminjamkan uang kepada terdakwa sebesar Rp.300.000.000,- (tiga ratus juta rupiah). Berdasarkan fakta tersebut maka dengan demikian unsure ke-4 ini telah terpenuhi.

Ad.5 Unsur Supaya membuat utang atau menghapuskan piutang.

            Bahwa berdasarkan fakta yang terungkap dipersidangan yaitu dengan diberinya pinjaman uang oleh Saksi Budi kepada terdakwa maka dengan begitu dengan sendirinya menimbulkan hutang bagi terdakwa yang mana hutang tersebut harus dibayar terdakwa sesuai dengan perjanjian. Dengan demikian unsure ke-5 ini telah terpenuhi. Maka semua unsure dalam Pasal 369 ayat (1) TELAH TERPENUHI.

Dengan terbuktinya semua unsure pasal 369 ayat (1) KUHP yang didakwakan kepada terdakwa maka dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdakwa Andrian telah terbukti melakukan tindakan Pengancaman dengan membuka rahasia sebagaimana diatur dalam pasal 369 ayat (1) KUHP.      

Menimbang Bahwa terdakwa juga didakwa dengan dakwaan :

            Ketiga : Pasal 263 ayat (1) KUHP.

            Dengan unsure-unsur :

  1. Barang siapa;
  2. Membuat surat palsu atau memalsukan surat;
  3. Yang dapat menerbitkan sesuatu hak,sesuatu perjanjian (kewajiban) atau sesuatu pembebasan utang, atau yang boleh dipergunakan sebagai keterangan bagi sesuatu perbuatan, dengan maksud akan menggunakan atau menyuruh orang lain mengunakan surat-surat itu seolah-olah surat itu asli dan tidak dipalsukan.

unsure-unsur pasal 263 ayat (1)  KUHP berdasarkan fakta-fakta yang terungkap dipersidangan sebagai berikut :

a.d 1. Unsur barang siapa;

           Yang dimaksud dengan kata “barang siapa” di sini adalah siapa saja yang menjadi subyek hukum yaitu sebagai pembawa hak dan kewajiban atau siapa pelaku dari perbuatan pidana yang dilakukan, yang dalam hal ini tidak lain adalah terdakwa Andrian sendiri. Dengan demikian unsur ke-1 ini telah terpenuhi.

Ad.2. Unsur membuat surat palsu atau memalsukan surat;

           Unsure ini sesuai fakta yang terungkap dipersidangan bahwa untuk mengelabui Ginodani, maka terdakwa membuat surat perjanjian hutang piutang palsu antara diri terdakwa dengan Budi yang akan diberikan kepada Ginodani untuk memperkuat alasan membayar sisa hutang kepada Ginodani dimana dalam perjanjian hutang piutang tersebut telah dipalsukan identitasnya yang mana tercantum bahwa terdakwa sebagai kreditur dan Budi sebagai Debitur. Dengan demikian unsure ke-2 ini telah terpenuhi.

Ad.3. unsure Yang dapat menerbitkan sesuatu hak,sesuatu perjanjian (kewajiban) atau sesuatu pembebasan utang, atau yang boleh dipergunakan sebagai keterangan bagi sesuatu perbuatan, dengan maksud akan menggunakan atau menyuruh orang lain mengunakan surat-surat itu seolah-olah surat itu asli dan tidak dipalsukan.

           Unsure ini sesuai dengan fakta yang terungkap dipersidangan bahwa dengan menerbitkan atau membuat surat palsu yang dilakukan oleh terdakwa maka dengan demikian seolah-oleh kewajiban pembayaran hutang ke Budi tidak ada yang ada adalah pembayaran hutang oleh Budi kepada terdakwa, jelaslah bahwa dengan begitu Ginodani percaya bahwa alasan terdakwa tidak membayar lunas hutangnya adalah karena sedang menunggu pelunasan hutang dari Budi. Dengan demikian unsure ke-3 ini telah terpenuhi. Maka semua unsure dalam Pasal 263 ayat (1) TELAH TERPENUHI.

Dengan terbuktinya semua unsure pasal 263 ayat (1) KUHP yang didakwakan kepada terdakwa maka dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdakwa Andrian telah terbukti melakukan tindakan Pemalsuan Surat sebagaimana diatur dalam pasal 263 ayat (1) KUHP.

           Menimbang Bahwa terdakwa juga didakwa dengan dakwaan :

           Keempat : Pasal 351 ayat (2) KUHP.

           Dengan unsure-unsur :

  1. Penganiayaan;
  2. Mengakibatkan luka berat;

Ad.1. Unsur “Penganiayaan”;

Bahwa Undang-undang tidak memberikan ketentuan apakah yang diartikan dengan Penganiayaan (mishandeling) itu, namun menurut yurisprudensi, maka yang diartikan dengan “penganiayaan” adalah sengaja menyebabkan perasaan tidak enak (penderitaan), rasa sakit (pijn), atau luka.

Selanjutnya dijelaskan kesemuanya hal tersebut harus dilakukan dengan sengaja dan tidak dengan maksud yang patut atau melewati batas yang diizinkan ;

Bahwa yang dimaksud dengan sengaja adalah menyangkut sikap batin seseorang yang tidak tampak dari luar, melainkan hanya dapat disimpulkan dari sikap dan perbuatan lahir seseorang sebagai wujud nyata dari kesengajaan tersebut. Unsur sengaja dapat diartikan sebagai “mengetahui” dan“menghendaki” ;

“Mengetahui” artinya bahwa pelaku sebelum melakukan suatu perbuatan tersebut telah menyadari bahwa perbuatannya itu apabila dilaksanakan akan sebagaimana yang diharapkan dan dia mengetahui pula bahwa perbuatan yang hendak dilakukannya adalah melawan hukum ;

“Menghendaki” artinya ada akibat yang diharapkan atau diinginkan dari tindakan atau perbuatan yang dilakukan itu ;

Bahwa berdasarkan fakta yang terungkap dipersidangan adalah bahwa terdakwa melakukan pemukulan terhadap Budi dengan sebatang kayu balok adalah dilakukan dengan sengaja . Dengan demikian unsure ke -1 ini telah terpenuhi.

Ad.2 unsur mengakibatkan luka berat

Bahwa berdasarkan keterangan yang didapat dipersidangan  pemukulan yang dilakukan oleh terdakwa menyebabkan luka-luka berat, berdasarkan keterangan saksi Budi dan Visum et Repertum yang menyatakan bahwa akibat pemukulan dengan sebatang kayu balok tersebut mengakibatkan terdapat luka memar di  bagian bahu sebelah kiri,dengan ukuran panjang 10 cm dan lebar 4 cm. Luka memar di bagian telinga sebelah kiri,dengan ukuran ½ × ½ cm. Pelipisi kanan mengalami pendarahan, sehingga mengakibatkan saksi Budi tidak dapat beraktivitas seperti biasanya. Dengan demikian unsure ke-2 ini telah terpenuhi. Maka semua unsure dari Pasal 351 ayat (2) KUHP TELAH TERPENUHI.

Dengan terbuktinya semua unsure pasal 351 ayat (2) KUHP yang didakwakan kepada terdakwa maka dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdakwa Andrian telah terbukti melakukan tindakan Penganiayaan menyebabkan luka berat sebagaimana diatur dalam pasal 351 ayat (2) KUHP.

 

Menimbang, bahwa Majelis Hakim sependapat dengan Jaksa Penuntut Umum yang menyatakan bahwa karena semua unsure yang diuraikan dalam dakwaan dapat dibuktikan pada diri terdakwa, maka terdakwa harus dinyatakan secara sah dan meyakinkan telah bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana dimaksudkan dalam Pasal 378 KUHP, Pasal 369 ayat (1) KUHP, Pasal 263 ayat (1), Pasal 351 ayat (2) KUHP;———————————

            Menimbang, bahwa selama proses persidangan tidak ditemukan alasan pemaaf dan alasan pembenar pada diri terdakwa diri terdakwa sehingga terdakwa dipandang mampu mempertanggungjawabkan perbuatannya, maka terdakwa harus dijatuhi pidana.—————-

            Menimbang, bahwa Majelis Hakim sependapat dengan Penuntut Umum, karena perbuatan terdakwa dapat meresahkan masyarakat,maka terdakwa harus dijatuhi pidana setimpal dengan perbuatannya agar tidak lagi mengulangi perbuatannya;———————-

            Menimbang, bahwa Majelis Hakim juga akan memperhatikan pendapat Penasihat Hukum terdakwa bahwa terdakwa kehilangan pengendalian diri untuk menginsafi bahwa perbuatannya dapat merugikan orang lain, sehingga perlu dicari bentuk pemidanaan yang tepat bagi terdakwa sesuai dengan tujuan pemidanaan yaitu: perlindungan masyarakat,pengurangan tingkat kejahatan dan rehabilitasi pelaku;——————————

Menimbang, bahwa sebelum menjatuhkan hukuman kepada terdakwa perlu dipertimbangkan terlebih dahulu keadaan yang memberatkan dan meringankan bagi terdakwa;—————————————————————————————————

Keadaan yang memberatkan:

–        Akibat perbuatan terdakwa,saksi  Budi tidak dapat menjalankan aktivitasnya akibat luka-luka hasil pemukulan yang dilakukan oleh terdakwa;

–        Akibat perbuatan terdakwa, saksi Budi dan Ginodani menderita kerugian materiil karena hutang yang tak kunjung dibayar oleh terdakwa;

–        Akibat perbuatan terdakwa,saksi Ginodani merasa di kelabui dan di tipu oleh terdakwa karena diberi salinan perjanjian hutang piutang palsu untuk memperkuat janjinya pembayaran hutang kepada saksi Ginodani;

–        Bahwa terdakwa melarikan diri, sesaat setelah melakukan pemukulan terhadap saksi Budi;

–        Dalam proses pemeriksaan terdakwa tidak tenang dan memberikan keterangan berbelit-belit sehingga mempersulit jalannya pemeriksaan.

Keadaan yang meringankan:

–        Terdakwa berlaku sopan dipersidangan;

–        Terdakwa belum pernah dihukum karena tindak pidana.

Mengingat ketentuan Pasal 378 KUHP, Pasal 369 (1) KUHP, Pasal 263 ayat (1) KUHP,Pasal 351 ayat (2) serta peraturan perundang-undangan lain yang bersangkutan;——-

M  E N G A D I L I

  • Menyatakan terdakwa ANDRIAN, terbukti  secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana dimaksudkan dalam surat dakwaan dari jaksa penuntut umum.—————————————————————————
  • Memidana terdakwa tersebut dengan pidana penjara selama 8 (delapan) tahun dikurangi dengan masa penahanan.——–
  • Menetapkan/menghukum biaya perkara Rp 100.000,- (seratus ribu rupiah) ditanggung bebankan kepada terdakwa..—————————————————
  • Menyatakan barang bukti berupa;————————————————————-
  1. 1.      V.e.R No.10/V/RSU/2011 tanggal 1 Mei 2011 atas nama Sdr.Budi yang dibuat dan ditandatangani oleh dr.Asep Sunandar,M.P.H
  2. 2.      Salinan perjanjian hutang piutang antara Budi dan terdakwa dengan Budi sebagai kreditur dan terdakwa sebagai debitur.
  3. 3.      Salinan perjanjian hutang piutang antara Budi dengan terdakwa dengan terdakwa sebagai kreditur dan Budi sebagai debitur.
  4. 4.      Kwitansi pinjaman ,pembayaran hutang dan sisa hutang antara terdakwa dengan Budi.
  5. 5.      Kwitansi pinjaman, pembayaran hutang dan sisa hutang antara terdakwa dengan Ginodani.
  6. 6.      Sebatang kayu balok.

 

Demikianlah diputuskan dalam rapat permusyawaratan pada hari Selasa tanggal  29 Juli 2011 oleh kami KOKO KUSWANTO, SH., MH., Hakim Ketua Majelis Pengadilan Negeri Subang, WILDI MULYAWAN SH., dan KRIS PANJI ISMAYA, SH., masing-masing sebagai Hakim Anggota, putusan tersebut pada hari itu juga diucapkan didalam persidangan yang dihadiri oleh IMAS HAERUNISA SH., Panitera Pengganti Pengadilan Negeri tersebut, FEBY DANIAR MAHARRANI SH., RYAN PURNAMA GUMELAR SH., ROBBY NUGRAHA SH. Selaku tim Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri  Bandung dan Terdakwa ANDRIAN serta Penasihat Hukumnya: LARASATI DEWI SH., DINA BERLIANA M. SH., GITA ANGGRAENI SH.——–

 

Panitera Pengganti                                                                  Hakim Ketua Majelis,

 

 

IMAS HAERUNISA SH.                                                       KOKO KUSWANTO SH.,MH.

                                                                                                 Hakim Anggota,

                                                                                                 1.

 

                                                                                                 WILDI MULYAWAN, SH.

                                                                                                 2.

 

                                                                                                 KRIS PANJI ISMAYA., SH.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s