TUNTUTAN PIDANA (HASIL TUGAS KULIAH)

KEJAKSAAN NEGERI

          BANDUNG

====================

“UNTUK KEADILAN”

TUNTUTAN PIDANA

———————————-

No.PDM-18/Bdg/06/2011

            Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Bandung dengan memperhatikan hasil pemeriksaan sidang dalam perkara atas nama terdakwa :

            Nama lengkap             : ANDRIAN

            Tempat lahir                : Bandung

            Umur/tanggal lahir      : 48 tahun/1 Januari 1963

            Jenis kelamin               : Laki-laki

            Kebangsaan                 : Indonesia

            Tempat tinggal            : Jln. Pabrik Tekstil No.1005 Bandung

            Agama                         : Islam

            Pekerjaan                     : Pengusaha Tekstil

            Berdasarkan surat penetapan Hakim Ketua Majelis Pengadilan Negeri Bandung No.24/Pen.Pid/2011/PN.Bdg. tanggal 31 Juni 2011, terdakwa dihadapkan ke persidangan dengan dakwaan sebagai berikut :

Kesatu :

      Bahwa ia terdakwa Andrian pada hari Rabu tanggal 20 Januari 2011 sekitar jam 09.00 WIB atau setidak-tidaknya pada waktu lain tetapi masih dalam bulan Januari 2011 di Jalan Bukit Bunga No.200 Bandung setidak-tidaknya pada tempat lain tetapi masih dalam hukum Pengadilan Negeri Bandung, dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, telah mendatangi rumah Budi dengan maksud untuk meminjam uang sebesar Rp.300.000.000,- (tiga ratus juta rupiah). Dimana ia terdakwa dengan berbagai cara merayu dan menceritakan usaha bisnisnya sedang maju pesat dan mengatakan bahwa uang yang akan terdakwa pinjam tersebut akan dipergunakan untuk pembelian bahan baku dan material pabrik dalam rangka pengembangan bisnisnya. Padahal yang sebenarnya uang tersebut akan digunakan terdakwa untuk melunasi hutangnya kepada Ginodani dengan jumlah yang sama yang ia pergunakan saat itu untuk renovasi rumahnya.

 

Perbuatan terdakwa diatur dan diancam dalam

Pasal 378 KUHP.

 

Kedua :

      Bahwa ia terdakwa Andrian  pada hari Rabu tanggal 20 Januari 2011 sekitar jam 09.00 WIB atau setidak-tidaknya pada waktu lain tetapi masih dalam bulan Januari 2011 di Jalan Bukit Bunga No.200 Bandung setidak-tidaknya pada tempat lain tetapi masih dalam hukum Pengadilan Negeri Bandung, bahwa Budi telah menolak untuk meminjamkan uang sebesar Rp.300.000.000,- (tiga ratus juta rupiah) kepada terdakwa karena Budi mengetahui tabiat terdakwa yang suka  berjudi dan foya-foya. Dimana ia terdakwa dengan emosi mengancam Budi apabila Budi tidak mau meminjamkan uang tersebut, terdakwa akan membuka rahasia Budi yang pernah berselingkuh dan masih mempunyai simpanan seorang wanita. Rahasia hubungan gelap tersebut hanya diketahui oleh mereka berdua,yang disaksikan langsung dan diketahui persis oleh terdakwa karena terdakwa pernah beberapa kali diajak Budi kerumah wanita tersebut. Budi yang saat itu takut rahasianya terbongkar yang akan berdampak menghancurkan rumah tangga dan reputasinya, dengan terpaksa dan menyerah bersedia memberikan uang pinjaman tersebut yang akan dituangkan dalam perjanjian tertulis dimana uang pinjaman sebesar Rp.300.000.000,-(tiga ratus juta rupiah) tersebut akan dilunasi terdakwa sekaligus pada tanggal 30 April 2011.

Perbuatan terdakwa diatur dan diancam dalam

Pasal 369 ayat (1) KUHP.

 

Ketiga :

      Bahwa ia terdakwa Andrian pada hari Senin tanggal 4 Februari 2011 atau setidak-tidaknya pada waktu lain tetapi masih dalam bulan Februari 2011 di Jalan Buah Batu No 35 Bandung setidak-tidaknya pada tempat lain tetapi masih dalam hukum Pengadilan Negeri Bandung, setelah terdakwa menerima uang dari Budi, terdakwa tidak dapat menahan diri untuk berjudi maka uang sebesar Rp.300.000.000,- (tiga ratus juta rupiah) tersebut telah terpakai Rp.100.000.000,- (seratus juta rupiah)  untuk berjudi dan berfoya-foya sehingga uang tersebut tersisa Rp.200.000.000,- (dua ratus juta rupiah). Akhirnya pada hari itu terdakwa hanya membayar hutangnya kepada Ginodani sebesar Rp.200.000.000,- (dua ratus juta rupiah). Bahwa ia terdakwa berjanji kepada Ginodani akan melunasi sisa hutangnya sebesar Rp.100.000.000,-(seratus juta rupiah) pada tanggal 2 Mei 2011 dengan alasan menunggu pelunasan hutang dari rekan bisnisnya yang lain. Ginodani menjadi marah karena hutang terdakwa sudah terlalu lama dan Ginodani kesulitan untuk menagih hutang kepada terdakwa. Terdakwa  merasa tertekan dan sangat takut kepada Ginodani, maka terdakwa memperkuat janjinya dengan memberikan salinan perjanjian hutang antara terdakwa dengan Budi sebesar Rp.300.000.000,- (tiga ratus juta rupiah) yang telah dipersiapakan terdakwa untuk mengelabui Ginodani,karena perjanjian hutang tersebut telah diputar balikan dan dipalsukan identitasnya sehingga yang tertulis dalam perjanjian hutang piutang tersebut yang mempunyai hutang adalah Budi dan bukan terdakwa.

Perbuatan terdakwa diatur dan diancam dalam

Pasal 263 ayat (1) KUHP.

 

Keempat :

      Bahwa pada hari Rabu tanggal 1 Mei 2011 sekitar jam 11.00 WIB atau setidak-tidaknya pada waktu lain tetapi masih pada bulan Mei 2011 di Jalan Pabrik Tekstil No.1005 Bandung setidak-tidaknya pada tempat lain tetapi masih dalam hukum Pengadilan Negeri Bandung, Budi mendatangi rumah terdakwa untuk menagih hutang, namun terdakwa tidak mempunyai uang untuk membayar hutangnya. Akibatnya terjadi pertengkarang hebat antara keduanya, dimana terdakwa dengan kalap memukul Budi dengan sebatang kayu balok. Akibatnya Budi mengalami luka sangat serius dan memar di bagiah bahu sebelah kiri, telinga sebelah kiri dan pelipis kanan mengalami pendarahan, hal tersebut sesuai dengan yang tercantum dalam Visum et Repertum No.10/V/RSU/2011, tertanggal 1 Mei 2011 yang ditanda tangani oleh dr.Asep Sunandar,M.P.H dari Rumah Sakit Umum Hasan Sadikin Bandung,yang pada pokoknya menerangkan sebagai berikut :

–        Luka memar di bagian bahu sebelah kiri,dengan ukuran panjang 10 cm dan lebar 4 cm.

–        Luka memar di bagian telinga sebelah kiri,dengan ukuran ½ × ½ cm.

–        Pelipisi kanan mengalami pendarahan.

Kesimpulan :

Luka tersebut disebabkan oleh pemukulan benda tumpul.

 

Perbuatan terdakwa diatur dan diancam dalam

Pasal 351 ayat (2) KUHP.

 

            Fakta-fakta yang terungkap dalam pemeriksaan di persidangan secara berturut-turut sebagai berikut :

Keterangan saksi-saksi :

  1. Saksi I Budi, 45 tahun, di depan persidangan dibawah sumpah menerangkan sebagai berikut :

–     Saksi adalah teman dekat dan rekan bisnis terdakwa,

–     Saksi mengetahui tabiat terdakwa yang suka berjudi dan berfoya-foya.

–     Pada hari Rabu tanggal 20 Januari 2011 sekitar jam 09.00 WIB,terdakwa datang ke rumah saksi untuk meminjam uang sebesar Rp.300.000.000,- (tiga ratus juta rupiah).

–     Saksi ingat pada saat itu terdakwa merayu saksi agar saksi meminjamkan uang tersebut kepada terdakwa, terdakwa mengatakan bahwa uang tersebut akan dipergunakan untuk usaha bisnisnya yang sedang berkembang pesat, serta uang tersebut juga akan dipergunakan untuk membeli bahan bahan baku dan material pabrik dalam rangka pengembangan bisnisnya.

–     Saksi tidak mengetahui untuk apa sebenarnya uang tersebut akan dipergunakan.

–     Saksi yang mengetahui tabiat buruk terdakwa yang suka berjudi dan berfoya-foya menolak untuk meminjamkan uang tersebut.

–     Saksi melihat terdakwa menjadi emosi dan mulai mengancam saksi dengan berkata “jika kamu tidak memberi saya pinjaman uang itu,saya akan membongkar rahasia mu” !

–     Saksi menjadi takut dan tidak berdaya yang pada akhirnya memberikan pinjaman uang sebesar Rp.300.000.000,- (tiga ratus juta rupiah) kepada terdakwa.

–     Perjanjian pinjam meminjam itu di tuangkan dalam perjanjian tertulis dimana terdakwa akan melunasi hutangnya sekaligus pada tanggal 30 April 2011.

–     Saksi ingat bahwa nama yang tercantum dalam perjanjian pinjam meminjam itu adalah nama saksi sebagai kreditur dan nama terdakwa sebagai debitur serta ditandatangani oleh saksi dan terdakwa.

–     Bahwa pada tanggal 01 Mei 2011 sekitar jam 11.00 WIB saksi mendatangi rumah terdakwa untuk menagih uang yang di pinjam terdakwa.

–     Saksi ingat bahwa saat itu terdakwa berkata tidak mempunyai uang untuk membayar hutangnya,saksi tidak mengetahui alasan jelas terdakwa tidak mempunyai uang.

–     Saksi dan terdakwa terlibat pertengkaran dimana saksi menerangkan bahwa pertengkaran itu hanya pertengkaran adu mulut antara saksi dengan terdakwa.

–     Tetapi ketika itu pula terdakwa dengan kalap memukul saksi dengan sebatang kayu balok dan saksi tidak bisa melindungi dirinya karena terdakwa terus memukul saksi.

–     Akibat pukulan tersebut saksi mendapat luka sangat serius dan memar dibagian bahu sebelah kiri, telinga sebelah kiri dan pelipis kanan mengalami pendarahan.

–     Ketika ada kesempatan untuk melarikan diri,sambil menahan sakit saksi melaporkan kejadian tersebut ke kantor polisi yang letaknya tidak jauh dari rumah terdakwa.

–     Saksi tidak mengetahui bahwa pada saat itu pula terdakwa melarikan diri. Saksi baru mengetahuinya setelah diberitahu oleh pihak kepolisian.

Tanggapan terdakwa :

–        Keterangan saksi benar,bahwa ia mendatangi rumah saksi untuk meminjam uang sebesar Rp.300.000.000,- (tiga ratus juta rupiah) yang akan dipergunakan untuk mengembangkan usaha bisnisnya yang diantaranya untuk membeli bahan baku dan material pabrik.

–        keterangan saksi salah,bahwa ia telah mengancam saksi karena ia merasa tidak mengancam saksi.

–        Setelah berbicara dengan saksi, akhirnya terdakwa diberi pinjaman uang tersebut dan antara saksi dengan terdakwa sudah sepakat agar terdakwa melunasi hutangnya sekaligus pada tanggal 30 April 2011.

–        Pada tanggal 1 Mei 2011 benar saksi mendatangi rumah terdakwa untuk menagih hutangnya. Pada saat itu terdakwa benar-benar tidak mempunyai uang untuk membayar hutangnya.

–        Saksi meminta terdakwa untuk segera membayar hutangnya,terdakwa saat itu langsung kalap dan memukul saksi dengan balok kayu di daerah bahu sebelah kiri,telinga sebelah kiri dan pelipis kanan.

–        Bahwa terdakwa setelah melakukan pemukuluan tersebut menjadi takut dan melarikan diri.

 

 

  1. Saksi II Ginodani, 49 tahun, di depan persidangan, dan dibawah sumpah menerangkan sebagai berikut :

–        Saksi memang mengenal terdakwa karena terdakwa adalah teman dekat saksi.

–        Sekitar pertengahan tahun 2009, yang mana saksi lupa bulannaya, terdakwa mendatangi saksi untuk meminjam uang sebesar Rp.300.000.000,- (tiga ratus juta rupiah).

–        Saksi ingat bahwa uang tersebut akan dipakai oleh terdakwa untuk merenovasi rumahnya.

–        Saksi meminjamkan uang tersebut karena merasa tidak enak kepada terdakwa yang notabene adalah teman dekatnya

–        Terdakwa berjanji akan melunasi hutang tersebut secepatnya setelah renovasi rumahnya selesai.

–        Tetapi sampai akhir tahun 2010 terdakwa tidak juga segera melunasi hutangnya,padahal renovasi rumah terdakwa telah selesai pada akhir tahun 2009

–        Saksi memberi waktu lagi kepada terdakwa untuk melunasi hutangnya dan terdakwa berjanji kepada saksi akan melunasi hutangnya pada tanggal 4 Februari 2011.

–        Pada tanggal 4 Februari 2011,terdakwa membayar hutang kepada saksi tetapi hanay sebesar Rp.200.000.000,- (dua ratus juta rupiah).

–        Saksi tidak tahu dari mana uang yang didapatkan oleh terdakwa untuk membayar hutangnya kepada saksi.

–        Saksi sangat kesal karena terdakwa sudah terlalu lama meminjam uang tersebut dan terdakwa sangat sekali untuk di tagih untuk membayar hutangnya.

–        Terdakwa berjanji kepada saksi akan membayar sisa hutang sebesar Rp.100.000.000,- (seratus juta rupiah) pada tanggal 2 Mei 2011 karena terdakwa menunggu pelunasan hutang dari rekan bisnisnya.

–        Saksi tidak mengetahui siapa rekan bisnis terdakwa.

–        Saksi ingat,bahwa saat itu terdakwa memperlihat surat perjanjian hutang piutang dimana didalamnya memang tertulis nama terdakwa sebagai kreditur dan rekan terdakwa yang saksi lupa namanya sebagai debitur.

Tanggapan terdakwa:

–        Keterangan saksi benar.

Surat :                    

Dalam perkara ini diajukan 3 (tiga) alat bukti surat yaitu :

–        V.e.R No.10/V/RSU/2011 tanggal 1 Mei 2011 atas nama Sdr.Budi yang dibuat dan ditandatangani oleh dr.Asep Sunandar,M.P.H yang pada intinya menerangkan bahwa dari hasil pemeriksaan dokter forensik diketahui bahwa luka memar Luka memar di bagian bahu sebelah kiri,dengan ukuran panjang 10 cm dan lebar 4 cm. Luka memar di bagian telinga sebelah kiri,dengan ukuran ½ × ½ cm. Pelipisi kanan mengalami pendarahan. Luka tersebut disebabkan oleh pemukulan benda tumpul. Setelah dibacakan dipersidangan,alat bukti surat ini dibenarkan oleh terdakwa.

–        Salinan perjanjian hutang piutang antara Budi dan terdakwa dengan Budi sebagai kreditur dan terdakwa sebagai debitur.

–        Salinan perjanjian hutang piutang antara Budi dengan terdakwa dengan terdakwa seagai kreditur dan Budi sebagai debitur.

 

 

Keterangan Terdakwa :

–        Bahwa pada tanggal 20 Januari 2011 terdakwa memang datang ke rumah saksi I  untuk meminjam uang sebesar Rp.300.000.000,- (tiga ratus juta rupiah).

–        Awalnya saksi I menolak,setelah berbicara dengan saksi I akhirnya saksi I meminjamkan uang tersebut dengan perjanjian tertulis yang mana uang tersebut akan dikembalikan pada sekaligus tanggal 30 April 2011.

–        Uang tersebut akan dipergunakan untuk mengembangkan usaha bisnisnya.

–        Bahwa pada pertengahan tahun 2009 terdakwa benar meminjam uang kepada saksi II sebesar Rp.300.000.000,- (tiga ratus juta rupiah) untuk renovasi rumahnya.

–        Terdakwa hanya mengembalikan uang kepada saksi II sebesar Rp.200.000.000,- (dua ratus juta rupiah).

–        Terdakwa akan mengembalikan sisa pinjaman kepada saksi II pada tanggal 2 Mei 2011.

–        Terdakwa membenarkan keterangan saksi I dan II didepan persidangan.

–        Terdakwa membenarkan seluruh barang bukti yang diajukan dipersidangan.

Barang bukti yang diajukan dalam persidangan yaitu :

–        V.e.R No.10/V/RSU/2011 tanggal 1 Mei 2011 atas nama Sdr.Budi yang dibuat dan ditandatangani oleh dr.Asep Sunandar,M.P.H

–        Salinan perjanjian hutang piutang antara Budi dan terdakwa dengan Budi sebagai kreditur dan terdakwa sebagai debitur.

–        Salinan perjanjian hutang piutang antara Budi dengan terdakwa dengan terdakwa sebagai kreditur dan Budi sebagai debitur.

–        Kwitansi pinjaman ,pembayaran hutang dan sisa hutang antara terdakwa dengan Budi.

–        Kwitansi pinjaman, pembayaran hutang dan sisa hutang antara terdakwa dengan Ginodani.

–        Sebatang kayu balok.

Petunjuk :

Dari fakta-fakta keterangan saksi,surat, terdakwa serta adanya barang bukti berupa V.e.R No.10/V/RSU/2011 tanggal 1 Mei 2011 atas nama Sdr.Budi yang dibuat dan ditandatangani oleh dr.Asep Sunandar,M.P.H, salinan perjanjian hutang piutang antara Budi dan terdakwa dengan Budi sebagai kreditur dan terdakwa sebagai debitur, salinan perjanjian hutang piutangantara Budi dengan terdakwa dengan terdakwa sebagai kreditur dan Budi sebagai debitur, kwitansi pinjaman ,pembayaran hutang dan sisa hutang antara terdakwa dengan Budi, kwitansi pinjaman, pembayaran hutang dan sisa hutang antara terdakwa dengan Ginodani, sebatang kayu balok yang telah diajukan dalam persidangan dan satu sama lain saling berkaitan sehingga ada persesuaian antara keterangan terdakwa, saksi, surat dan barang bukti tersebut yang menunjukkan telah terjadi peristiwa Penipuan dan Pengancaman dengan membuka rahasia dan Pemalsuan surat dan Penganiayaan menyebabkan luka berat yang secara jelas akan diuraikan dalam pembuktian.

ANALISIS FAKTA

Majelis Hakim yang Terhormat;

Bardasarkan fakta-fakta yang terungkap dipersidangan maka dapat di simpulkan:

  1. Bahwa pada hari Rabu tanggal 20 Januari 2011 sekitar jam 09.00 WIB terdakwa mendatangi rumah Budi untuk meminjam uang sebesar Rp.300.000.000,- (tiga ratus juta rupiah) dengan alasan dan bujur rayu bahwa uang tersebut akan dipaki untuk mengembangkan usahanya.
  2. Bahwa awalnya Budi menolak karena mengetahui tabiat terdakwa  yang suka judi dan foya-foya lalu terdakwa mengancam apabila Budi tidak member pijaman uang tersebut maka terdakwa akan membuka rahasia Budi yang diketahui hanya oleh Budi dan terdakwa.
  3. Bahwa akhirnya dengan menyerah Budi meminjamkan uang tersebut dengan perjanjian secara tertulis antara Budi dengan terdakwa dimana Budi sebagai kreditur dan terdakwa sebagai debitur.
  4. Bahwa sekitar pertengahan tahun 2009 terdakwa meminjam uang kepada Ginodani sebesar Rp.300.000.000,- (tiga ratus juta rupiah) untuk merenovasi rumahnya.
  5. Bahwa pada akhirnya terdakwa hanya mengembalikan uang sebesar Rp.200.000.000,- (dua ratus juta rupiah) kepada Ginodani.
  6. Bahwa untuk pelunasan sisa hutang kepada Ginodani, terdakwa mengelabui Ginodani dengan memberikan salinan perjanjian hutang piutang antara terdakwa dengan Budi dimana terdakwa sebagai kreditur dan Budi sebagai debitur.
  7. Bahwa pada tanggal 1 Mei 2011, Budi menagih  uang yang dipinjam terdakwa, terdakwa yang pada saat itu tidak mempunya uang dengan kalap memukul Budi dengan sebatang kayu balok hingga Budi mengalami luka sangat serius dan memar di bagian bahu sebelah kiri, telinga sebelah kiri dan pelipis kanan mengalmi pendarahan.
  8. Bahwa setelah pemukulan tersebut,terdakwa melarikan diri dan akhirnya tertangkap pada tanggal 10 Juni 2011 oleh pihak kepolisian
  9. Bahwa berdasarkan bukti-bukti yang berupa V.e.R No.10/V/RSU/2011 tanggal 1 Mei 2011 atas nama Sdr.Budi yang dibuat dan ditandatangani oleh dr.Asep Sunandar,M.P.H, salinan perjanjian hutang piutang antara Budi dan terdakwa dengan Budi sebagai kreditur dan terdakwa sebagai debitur, salinan perjanjian hutang piutangantara Budi dengan terdakwa dengan terdakwa sebagai kreditur dan Budi sebagai debitur, kwitansi pinjaman ,pembayaran hutang dan sisa hutang antara terdakwa dengan Budi, kwitansi pinjaman, pembayaran hutang dan sisa hutang antara terdakwa dengan Ginodani, sebatang kayu balokjelaslah bahw perbuatan terdakwa tersebut mengandung unsure-unsur materiil dari dakwaan yang didakwakan kepada terdakwa.
  10. Bahwa terdakwa telah mengakui fakta tersebut.

ANALISIS HUKUM

Berdasarkan fakta-fakta tersebut diatas, maka sampailah kami kepada pembuktian mengenai unsure-unsur tindak pidana yang didakwakan.

Bahwa terdakwa didakwa dengan dakwaan:

            Kesatu : Pasal 378 KUHP.

            dengan unsure-unsur :

  1. Barang siapa;
  2. Dengan maksud untuk menguntungkan diri  atau orang lain;
  3. Secara melawan hukum;
  4. Membujuk atau  menggerakan orang lain dengan memakai nama palsu atau  martabat palsu,dengan tipu muslihat atau rangkaian kebohongan;
  5. Menggerakan orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu kepadanya atau supaya memberi hutang maupun menghapuskan piutang.

dan merupakan kewajiban dari Jaksa Penuntut Umum untuk membuktikan surat dakwaan dengan membuktikan unsure-unsur pasal 378 KUHP berdasarkan fakta-fakta yang terungkap dipersidangan sebagai berikut :

ad 1.    Unsur Barang siapa

Yang dimaksud dengan kata “barang siapa” di sini adalah siapa saja yang menjadi subyek hukum yaitu sebagai pembawa hak dan kewajiban atau siapa pelaku dari perbuatan pidana yang dilakukan, yang dalam hal ini tidak lain adalah terdakwa Andrian sendiri. Dengan demikian unsur ke-1 ini telah terpenuhi.

ad 2.    Unsur Dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain

Yang dimaksud dengan kata “untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain” adalah  terdakwa melakukan tindak pidana tersebut adalah untuk menguntungkan dirinya sendiri atau orang lain, unsur  ini diperkuat karena dengan uang yang diperoleh terdakwa dari Budi maka akan menguntungkan terdakwa untuk membayar hutangnnya kepada Ginodani. Dengan demikian unsure ke-2 ini telah terpenuhi.

ad 3.    Unsur Secara melawan hukum

Unsur ini telah terpenuhi bahwa perbuatan yang dilakukan oleh terdakwa jelas perbuatan melawan hukum.

ad 4.    Unsur Membujuk atau  menggerakan orang lain dengan  memakai nama palsu atau martabat palsu,dengan tipu muslihat atau rangkaian kebohongan

            unsur ini terpenuhi dengan fakta-fakta bahwa ketika akan meminjam uang kepada Budi terdakwa dengan berbagai cara  merayu Budi dan memberitahu bahwa uang tersebut akan dipergunakan untuk mengembangkan usaha bisnisnya padahal sebenarnya uang tersebut akan terdakwa pergunakan untuk membayar hutang kepada Ginodani dengan jumlah yang sama. Dengan demikian unsur ke-3 ini telah terpenuhi.

ad 5.    Unsur Menggerakan orang lain untuk menyerahkan  barang sesuatu kepadanya atau supaya memberi hutang maupun menghapuskan piutang.

            Unsur ini telah terpenuhi bahwa dengan alasan untuk mengembangkan usaha bisnisnya, Budi memberikan pinjaman kepada terdakwa. Dengan demikian semua unsur ini TELAH TERPENUHI.

Dengan terbuktinya semua unsure pasal 378 KUHP yang didakwakan kepada terdakwa maka dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdakwa Andrian telah terbukti melakukan tindakan Penipuan sebagaimana diatur dalam pasal 378 KUHP.

Bahwa surat dakwaan yang diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum adalah dakwaan Kumulatif. Bahwa dalam dakwaan kumulatif , terdakwa didakwa  melakuakn lebih dari satu perbuatan pidana, dimana perbuatan pidana tersebut berdiri sendiri, maka semua dakwaan yang didakwakan kepada terdakwa harus dibuktikan semuanya.

Oleh karena itu Jaksa Penuntut Umum akan menguraikan unsure-unsur yang terdapat dalam dakwaan kedua,ketiga dan keempat. Agar terdakwa tidakdapat lepas dari jerat hukum

Bahwa terdakwa juga didakwa dengan dakwaan :

            Kedua : Pasal 369 ayat (1) KUHP.

            Dengan unsure-unsur :

–        Barang siapa;

–        Dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum;

–        Dengan ancaman pencemaran nama baik dengan lisan maupun tulisan atau dengan ancaman akan membuka rahasia;

–        Memaksa orang supaya memberikan barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang itu atau orang lain;

–        Supaya membuat utang atau menghapuskan piutang.

Selanjutnya merupakan kewajiban dari Jaksa Penuntut Umum untuk membuktikan surat dakwaan dengan membuktikan unsure-unsur pasal 369 ayat (1)  KUHP berdasarkan fakta-fakta yang terungkap dipersidangan sebagai berikut :

 

Ad.1 Unsur barang siapa;

           Yang dimaksud dengan kata “barang siapa” di sini adalah siapa saja yang menjadi subyek hukum yaitu sebagai pembawa hak dan kewajiban atau siapa pelaku dari perbuatan pidana yang dilakukan, yang dalam hal ini tidak lain adalah terdakwa Andrian sendiri. Dengan demikian unsur ke-1 ini telah terpenuhi.

Ad.2 Unsur Dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum;

Yang dimaksud dengan kata “untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain” adalah  terdakwa melakukan tindak pidana tersebut adalah untuk menguntungkan dirinya sendiri atau orang lain, unsur  ini diperkuat karena dengan uang yang diperoleh terdakwa dari Budi maka akan menguntungkan terdakwa untuk membayar hutangnnya kepada Ginodani. Dengan demikian unsure ke-2 ini telah terpenuhi.

Ad.3 Unsur Dengan ancaman pencemaran nama baik dengan lisan maupun tulisan atau dengan ancaman akan membuka rahasia;

            Berdasarkan fakta yang telah diuraikan tersebut diatas, diperoleh fakta bahwa terdakwa mengancam Budi apabila Budi tidak mau meminjamkan uang tersebut,maka terdakwa akan membuka rahasia Budi yang mempunyai wanita simpanan. Dimana perbuatan Budi tersebut akan merusak nama baiknya juga reputasinya dan rumah tangganya. Namun apabila Budi mau memberikan pinjaman uang tersebut maka rahasia tersebut tidak akan dibongkar oleh terdakwa. Dengan demikian unsure ke-3 ini telah terpenuhi.

Ad.4 Unsur Memaksa orang supaya memberikan barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang itu atau orang lain;

Mengenai unsur ‘memaksa orang supaya memberikan barang sesuatu yang seruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain’ dalam perkara ini berdasarkan keterangan saksi Budi dan keterangan terdakwa sendiri dan dihubungkan dengan barang bukti, diperoleh fakta bahwa perbuatan terdakwa yang mengancam saksi Budi akan membongkar rahasia hubungan gelap Budi dengan wanita lain tersebut telah memaksa saksi Budi sehingga bersedia meminjamkan uang kepada terdakwa sebesar Rp.300.000.000,- (tiga ratus juta rupiah). Berdasarkan fakta tersebut maka dengan demikian unsure ke-4 ini telah terpenuhi.

Ad.5 Unsur Supaya membuat utang atau menghapuskan piutang.

            Bahwa berdasarkan fakta yang terungkap dipersidangan yaitu dengan diberinya pinjaman uang oleh Saksi Budi kepada terdakwa maka dengan begitu dengan sendirinya menimbulkan hutang bagi terdakwa yang mana hutang tersebut harus dibayar terdakwa sesuai dengan perjanjian. Dengan demikian unsure ke-5 ini telah terpenuhi. Maka semua unsure dalam Pasal 369 ayat (1) TELAH TERPENUHI.

Dengan terbuktinya semua unsure pasal 369 ayat (1) KUHP yang didakwakan kepada terdakwa maka dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdakwa Andrian telah terbukti melakukan tindakan Pengancaman dengan membuka rahasia sebagaimana diatur dalam pasal 369 ayat (1) KUHP.

                            

 

Bahwa terdakwa juga didakwa dengan dakwaan :

            Ketiga : Pasal 263 ayat (1) KUHP.

            Dengan unsure-unsur :

  1. Barang siapa;
  2. Membuat surat palsu atau memalsukan surat;
  3. Yang dapat menerbitkan sesuatu hak,sesuatu perjanjian (kewajiban) atau sesuatu pembebasan utang, atau yang boleh dipergunakan sebagai keterangan bagi sesuatu perbuatan, dengan maksud akan menggunakan atau menyuruh orang lain mengunakan surat-surat itu seolah-olah surat itu asli dan tidak dipalsukan.

Selanjutnya merupakan kewajiban dari Jaksa Penuntut Umum untuk membuktikan surat dakwaan dengan membuktikan unsure-unsur pasal 263 ayat (1)  KUHP berdasarkan fakta-fakta yang terungkap dipersidangan sebagai berikut :

a.d 1. Unsur barang siapa;

           Yang dimaksud dengan kata “barang siapa” di sini adalah siapa saja yang menjadi subyek hukum yaitu sebagai pembawa hak dan kewajiban atau siapa pelaku dari perbuatan pidana yang dilakukan, yang dalam hal ini tidak lain adalah terdakwa Andrian sendiri. Dengan demikian unsur ke-1 ini telah terpenuhi.

Ad.2. Unsur membuat surat palsu atau memalsukan surat;

           Unsure ini sesuai fakta yang terungkap dipersidangan bahwa untuk mengelabui Ginodani, maka terdakwa membuat surat perjanjian hutang piutang palsu antara diri terdakwa dengan Budi yang akan diberikan kepada Ginodani untuk memperkuat alasan membayar sisa hutang kepada Ginodani dimana dalam perjanjian hutang piutang tersebut telah dipalsukan identitasnya yang mana tercantum bahwa terdakwa sebagai kreditur dan Budi sebagai Debitur. Dengan demikian unsure ke-2 ini telah terpenuhi.

Ad.3. unsure Yang dapat menerbitkan sesuatu hak,sesuatu perjanjian (kewajiban) atau sesuatu pembebasan utang, atau yang boleh dipergunakan sebagai keterangan bagi sesuatu perbuatan, dengan maksud akan menggunakan atau menyuruh orang lain mengunakan surat-surat itu seolah-olah surat itu asli dan tidak dipalsukan.

           Unsure ini sesuai dengan fakta yang terungkap dipersidangan bahwa dengan menerbitkan atau membuat surat palsu yang dilakukan oleh terdakwa maka dengan demikian seolah-oleh kewajiban pembayaran hutang ke Budi tidak ada yang ada adalah pembayaran hutang oleh Budi kepada terdakwa, jelaslah bahwa dengan begitu Ginodani percaya bahwa alasan terdakwa tidak membayar lunas hutangnya adalah karena sedang menunggu pelunasan hutang dari Budi. Dengan demikian unsure ke-3 ini telah terpenuhi. Maka semua unsure dalam Pasal 263 ayat (1) TELAH TERPENUHI.

Dengan terbuktinya semua unsure pasal 263 ayat (1) KUHP yang didakwakan kepada terdakwa maka dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdakwa Andrian telah terbukti melakukan tindakan Pemalsuan Surat sebagaimana diatur dalam pasal 263 ayat (1) KUHP.

Bahwa terdakwa juga didakwa dengan dakwaan :

           Keempat : Pasal 351 ayat (2) KUHP.

           Dengan unsure-unsur :

  1. Penganiayaan;
  2. Mengakibatkan luka berat;

Ad.1. Unsur “Penganiayaan”;

Bahwa Undang-undang tidak memberikan ketentuan apakah yang diartikan dengan Penganiayaan (mishandeling) itu, namun menurut yurisprudensi, maka yang diartikan dengan “penganiayaan” adalah sengaja menyebabkan perasaan tidak enak (penderitaan), rasa sakit (pijn), atau luka.

Selanjutnya dijelaskan kesemuanya hal tersebut harus dilakukan dengan sengaja dan tidak dengan maksud yang patut atau melewati batas yang diizinkan ;

Bahwa yang dimaksud dengan sengaja adalah menyangkut sikap batin seseorang yang tidak tampak dari luar, melainkan hanya dapat disimpulkan dari sikap dan perbuatan lahir seseorang sebagai wujud nyata dari kesengajaan tersebut. Unsur sengaja dapat diartikan sebagai “mengetahui” dan“menghendaki” ;

“Mengetahui” artinya bahwa pelaku sebelum melakukan suatu perbuatan tersebut telah menyadari bahwa perbuatannya itu apabila dilaksanakan akan sebagaimana yang diharapkan dan dia mengetahui pula bahwa perbuatan yang hendak dilakukannya adalah melawan hukum ;

“Menghendaki” artinya ada akibat yang diharapkan atau diinginkan dari tindakan atau perbuatan yang dilakukan itu ;

Bahwa berdasarkan fakta yang terungkap dipersidangan adalah bahwa terdakwa melakukan pemukulan terhadap Budi dengan sebatang kayu balok adalah dilakukan dengan sengaja . Dengan demikian unsure ke -1 ini telah terpenuhi.

Ad.2 unsur mengakibatkan luka berat

Bahwa berdasarkan keterangan yang didapat dipersidangan  pemukulan yang dilakukan oleh terdakwa menyebabkan luka-luka berat, berdasarkan keterangan saksi Budi dan Visum et Repertum yang menyatakan bahwa akibat pemukulan dengan sebatang kayu balok tersebut mengakibatkan terdapat luka memar di  bagian bahu sebelah kiri,dengan ukuran panjang 10 cm dan lebar 4 cm. Luka memar di bagian telinga sebelah kiri,dengan ukuran ½ × ½ cm. Pelipisi kanan mengalami pendarahan, sehingga mengakibatkan saksi Budi tidak dapat beraktivitas seperti biasanya. Dengan demikian unsure ke-2 ini telah terpenuhi. Maka semua unsure dari Pasal 351 ayat (2) KUHP TELAH TERPENUHI.

Dengan terbuktinya semua unsure pasal 351 ayat (2) KUHP yang didakwakan kepada terdakwa maka dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdakwa Andrian telah terbukti melakukan tindakan Penganiayaan menyebabkan luka berat sebagaimana diatur dalam pasal 351 ayat (2) KUHP.

Majelis hakim yang terhormat,

            Berdasarkan pembuktian yuridis dan pembuktian yang telah kami uraikan diatas, maka kami, penuntut umum, berpendapat bahwa semua unsure tindak pidana dalam Pasal 378, Pasal 369 ayat (1) , Pasal 263 ayat (1) dan Pasal 351 ayat (2) KUHP sebagaimana telah kami rumuskan dalam dakwaan kesatu,kedua,ketiga dan keempat telah dapat terpenuhi dan dapat dibuktikan secara sah dan meyakinkan,bahwa terdakwa bersalah melakukan perbuatan pidana Penipuan, Pengancaman dengan membuka rahasia, Pemalsuan Surat dan Penganiayaan menyebabkan luka-luka berat sebagaimana diatur dalam Pasal 378 ,Pasal 369 ayat (1),Pasal 263 ayat (1) dan Pasal 351 ayat (2) KUHP. Berdasarkan sikap,ucapan-ucapan atau jawaban-jawaban terdakwa selama persidangan berlangsung tampak bahwa terdakwa adalah orang yang sehat jasmani maupun rohani, sehingga dalam hal ini terdakwa harus dianggap dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya. Berdasarkan kenyataan tersebut, maka terdakwa harus dinyatakan bersalah serta harus dipidana.

            Sebelum kami sampai pada tuntutan pidana atas diri terdakwa, perkenankanlah kami mengemukakan hal-hal yang kami jadikan pertimbangan dalam mengajukan tuntutan pidana,yaitu :

Hal-hal yang memberatkan :

–        Akibat perbuatan terdakwa,saksi  Budi tidak dapat menjalankan aktivitasnya akibat luka-luka hasil pemukulan yang dilakukan oleh terdakwa;

–        Akibat perbuatan terdakwa, saksi Budi dan Ginodani menderita kerugian materiil karena hutang yang tak kunjung dibayar oleh terdakwa;

–        Akibat perbuatan terdakwa,saksi Ginodani merasa di kelabui dan di tipu oleh terdakwa karena diberi salinan perjanjian hutang piutang palsu untuk memperkuat janjinya pembayaran hutang kepada saksi Ginodani;

–        Bahwa terdakwa melarikan diri, sesaat setelah melakukan pemukulan terhadap saksi Budi;

–        Dalam proses pemeriksaan terdakwa tidak tenang dan memberikan keterangan berbelit-belit sehingga mempersulit jalannya pemeriksaan.

Hal-hal yang meringankan :

–        Terdakwa berlaku sopan dipersidangan;

–        Terdakwa belum pernah dihukum karena tindak pidana.

Dengan pertimbangan tersebut diatas maka kami, Jaksa Penuntut Umum dalam perkara ini, dengan memperhatikan peraturan serta Undang-Undang yang bersangkutan :

MENUNTUT

            Supaya Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bandung yang memeriksa perkara ini memutuskan :

  1. Menyatakan terdakwa ANDRIAN bersalah melakukan tindak pidana Penipuan sebagaimana yang diatur dalam Pasal 378 KUHP, melakukan tindak pidana Pengancaman dengan membuka rahasia sebagaimana yang diatur dalam Pasal 369 ayat (1)  KUHP, melakukan tindak pidana  Pemalsuan Surat sebagaimana diatur dalam Pasal 263 ayat (1) KUHP, dan melakukan tindak pidana Penganiayaan mengakibatkan luka-luka berat sebagaimana diatur dalam Pasal 351 ayat (2) KUHP.
  2. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa tersebut dengan pidana penjara selama 8 Tahun penjara dikurangi masa tahanan sementara dengan perintah agar terdakwa segera ditahan.
  3. Menyatakan barang bukti berupa :

–        V.e.R No.10/V/RSU/2011 tanggal 1 Mei 2011 atas nama Sdr.Budi yang dibuat dan ditandatangani oleh dr.Asep Sunandar,M.P.H.

–        Salinan perjanjian hutang piutang antara Budi dan terdakwa dengan Budi sebagai kreditur dan terdakwa sebagai debitur.

–        Salinan perjanjian hutang piutang antara Budi dengan terdakwa dengan terdakwa sebagai kreditur dan Budi sebagai debitur.

–        Kwitansi pinjaman ,pembayaran hutang dan sisa hutang antara terdakwa dengan Budi.

–        Kwitansi pinjaman, pembayaran hutang dan sisa hutang antara terdakwa dengan Ginodani.

–        Sebatang kayu balok adalah sah menurut hukum..

  1. Menetapkan supaya terdakwa dibeban untuk membayar biaya perkara sebesar Rp.100.000,-(seratus ribu rupiah).

Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberikan kekuatan batin dan keteguhan iman kepada Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bandung dalam memutuskan perkara ini.

Demikian tuntutan pidana ini kami bacakan dan diserahkan pada sidang hari ini : Selasa tanggal 2 Juli 2011.

 

Subang, 2 Juli 2011

Hormat Kami,

JAKSA PENUNTUT UMUM,

 

FEBY DANIAR MAHARRANI,SH

JAKSA MUDA/NIP.050219911

 

ROBBY NUGRAHA,SH

JAKSA MUDA/NIP.234321234

 

RYAN PURNAMA GUMELAR

JAKSA MUDA/NIP.123678945

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s