Review Novel Restart

WP_20141010_11_33_09_Pro

Judul  : Restart
Penulis  : Nina Ardianti
Penerbit : Gagas Media
Halaman : 445
Aku selalu mengira  tak akan bisa hidup tanpa cintanya. Aku lupa, semua luka perlahan-lahan akan sembuh juga. Biarkan saja waktu yang jadi obatnya. Saat itu akan tiba, ketika aku benar-benar menerima kenyataan bahwa kini tak ada lagi ‘kita’. Sekarang hanya aku, minus dirinya. Dia pergi terlalu lama dan aku terlalu bodoh terus-terusan memikirkan dirinya. Aku bisa hidup tanpa kenangan dan senyumannya. Kalau sebelum mengenal dia saja aku bisa bahagia, apa bedanya bahagia setelah tanpa dirinya?
Aku pasti akan jatuh cinta lagi. Suatu hari nanti… dan dengan yang lebih baik dari dirinya.

Siang ini matahari sedang giat menampakkan sinarnya. Suhu diluar mampu membuat siapa saja enggan untuk keluar rumah. Tapi tidak dengan diri saya, siang itu saya sudah bersiap untuk berburu novel sekedar menambah koleksi novel-novel saya. Panas pun tak saya hiraukan. Tibalah saya di toko buku langganan saya, seperti biasa sapaan hangat mas-mas penjaga toko selalu menyambut saya di depan pintu utama.
Tak menunggu waktu lama saya pun bergerak ke bagian rak yang berisi novel-novel… huuuaaa saya selalu ingin membeli semua novel yang ada disini. Setelah saya mulai mencari dengan cukup teliti novel apa yang akan saya beli, secara tak sengaja saya menemukan novel Restart karya Nina Ardianti. Sebelumnya saya sempat membaca tulisan ataupun timeline twitter yang banyak sekali membahas tentang novel ini. Membaca sinopsinya seketika saya langsung berkata dalam hati Gue bangeet… tanpa babibu lagi belilah saya novel ini.
Restart menceritakan kisah seorang bankir Syiana Syahrizka Alamsjah yang baru saja putus cinta dan mengalami patah hati akibat sang pacar Yudha yang berselingkuh dengan perempuan lain. Padahal hubungan mereka sudah berjalan selama tiga tahun. Syiana memergoki Yudha tengah bersama perempuan lain di Kempinski. Bisa kalian bayangin gaes hubungan yang semula dibayangkan akan indah selamanya seketika hancur berkeping-keping..bayangin gaes…bayangin…(jangan lebay deh Feb).
Syiana mendapatkan tugas untuk pergi ke Hongkong bersama teman satu kantornya bernama Aulia (btw Aulia ini laki-laki lho ya,,sebelumnya saya sempat mengira bahwa Aulia ini seorang perempuan), sekalian melupakan sakit hatinya terhadap Yudha maka ia pun berangkat. Tapi alangkah terkejutnya ia ketika bertemu dengan Yudha di Hongkong secara tidak sengaja. Omg itu semua mengingatkan Syiana pada sakit hatinya terhadap Yudha. Tapi kemalangan tak berhenti sampai disana, ketika ia memutuskan pergi untuk menghindari Yudha dan menuju sebuah beer garden hanya untuk menghilangkan kepenatan yang ada dalam pikirannya, ia malah bertemu dengan seorang pria yang tengah mabuk dan “oooh he puked on me”, Syiana said.
Ooh God kesialan apalagi ini, ketika hendak memarahi sang pemabuk ia dikejutkan dengan seorang pria teman sang pemabuk yang tiba-tiba menghampiri dan menuduh Syiana yang mengajak mabuk temannya itu. Tapi oh God,,,he’s so gorgeous,,,teman si pemabuk yaitu si penuduh memiliki tatapan mata yang tajam.
Memang benar dunia tak selebar daun kelor,,dunia ini sempit. Sesampainya di Jakarta Syiana harus berurusan dengan si penuduh yang belakangan diketahui bernama Fedrian Arsjad, ia adalah seorang artis dengan bandnya yang tengah naik daun seindonesia raya.
Dejavu nama bandnya itu dikontrak sebagai brand ambassador kartu kredit yang akan diluncurkan oleh perusahaan tempat Syiana bekerja.
Bisa kita tebak gaes cerita apa yang akan berlangsung selanjutnya…yupz mereka akhirnya berkenalan,,,pertemuan yang semakin intens. Tapi bukan itu yang akan saya bahas. Novel ini mampu membuat delusi sosok Fedrian yang sangat cowok bangeet,,,ganteng,,badan atletis,,dan perilakunya yang bisa bikin klepek-klepek kaum hawa. Yaa mainstreamlah ya karena tokoh seperti itu banyak kita jumpai di hampir sebagaian besar cerita novel bergenre serupa. Tapi tenang hey penulis,,pembaca masih setia ko dengan tokoh yang seperti itu.
Dalam novel ini juga banyak bahasa gado-gadonya…iyaa itu tuh bahasa yang campuran antara bahasa indonesia dan inggris. Kita akan menjumpai banyak sekali percakapan dalam bahasa inggris yang diucapkan setiap tokoh dalam cerita ini. Selain Syiana dan Fedrian, juga ada Edyta sang drama queen sahabat Syiana yang berada di lantai 8, juga Aulia teman sebelah kubikel Syiana.
Bagaimana Syiana yang belum sepenuhnya move on terhadap Yudha menghadapi Fedrian si artis? Akankah Fedrian mampu membuat Syiana bahagia kembali? Ataukah Fedrian bukan termasuk dalam kriteria Syiana karena profesinya sebagai artis? Dan dapatkan Syiana move on?
Gaes novel ini sangat mudah dicerna,,ringan,,,dan mengalir begitu saja. Nina mampu membuat saya untuk terus membuka lembar demi lembar halaman novel ini. Satu lagi yang saya suka setiap bab baru akan diselipkan kata-kata yang berasal dari lagu-lagu yang setelah saya download itu cukup enak untuk didengarkan.
Buat kamu yang suka cerita bergenre seperti ini,,,tak ada salahnya menambah koleksi novel kalian dengan Restart ini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s