Review Novel London Angel

Judul  : LONDON Angel (Setiap Tempat Punya Cerita)
Penulis  : Windry Ramadhina
Penerbit : Gagas Media
Halaman : 320 halaman

WP_20141118_07_10_37_ProPembaca tersayang,
Mari berjalan di sepanjang bantaran Sungai Thames, dalam rintik gerimis dan gemilang cahaya dari London Eye.
Windry Ramadhina, penulis novel Orange, Memori dan Montase, membawa kita menemani seoang penulis bernama Gilang mengejar cinta Ning hingga ke Fitzrovia. Namun, ternyata tak  semudah itu menyatakan cinta. Kota London malah mengarahkannya kepada seorang gadis misterius berambut ikal. Dia selalu muncul ketika hujan turun dan menghilang begitu hujan reda. Sementara itu, cinta yang dikejarnya belum juga ditemuinya. Apakah perjalanan kali ini sia-sia belaka?
Setiap tempat punya cerita.
Dalam dingin kabut Kota London, ada hangat cinta menyelusup.
Enjoy the journey.
Editor
Novel-novel mbak Windry Ramadhina sudah semua saya baca, jika saja saya menemukan Orange sebelumnya.
Ini adalah  novel yang saya cari (eits meskipun pada akhirnya bukan saya yang mencari novel ini). Alasannya hanya karena saya menyukai hujan, saya ngotot harus punya ini novel, dan sebenarnya alasan utama dibalik itu adalah karena saya sudah memasukan nama Windry Ramadhina dalam daftar penulis favorit saya.
Dalam London Angel kita akan menemukan sosok Gilang yang mengejar cintanya kepada seorang perempuan bernama Ning. Ning dan Gilang sudah bersahabat sejak lama. Ini mungkin termasuk cerita yang mainstream, karena dua orang sahabat yang akhirnya salah satunya jatuh cinta kepada sahabatnya sendiri.
Gilang harus mengejar Ning Ke London karena ocehannya yang tak ia sadari kala di pub dengan teman-temannya. Tapi justru kepergiannya ke London, malah mempertemukan ia dengan sosok Goldilocks dan Ayu. Goldilocks dan payung merahnya mampu membuat Gilang terhipnotis. Perempuan berambut ikal ini datang saat hujan tiba dan menghilang dikala hujan reda. Siapakah sebenarnya Goldilocks?
Seperti yang saya bilang diawal tadi, ini termasuk cerita yang mainstream, tapi apakah kalian dapat menebak bagaimana kisah Gilang dan Ning selanjutnya?
Maka setelah membaca novel ini kalian akan berkata “Ini Bukan Cerita Mainstream” sama seperti saya yang mengatakan itu setelah selesai membacanya.
Selamat menikmati hujan di London.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s