Review Novel The Darkest Minds

9

q

Judul  : The Darkest Minds Pikiran Terkelam
Penulis  : Alexandra Bracken
Penerbit : Fantasious
Halaman : 584 Halaman

WP_20141109_11_44_11_ProYuhuuuun gaes,,,saya punya novel ini,, finally,,,setelah TL yang heboh banget membahas gimana kecce dan kerennya novel ini. Setelah beberapa waktu lalu kita disibukan dengan novel dan film-film seperti  vampire dan werewolf, kini kita disuguhkan dunia Distopia yang kece badai. Hayaaah,,,langsung aja deh yaa kita bahas isi novelnya…
Ketika Ruby bangun pada ulang tahunnya yang kesepuluh, sesuatu tentang dirinya telah berubah. Sesuatu yang cukup mengkhawatirkan untuk membuat orang tuanya mengunci dirinya di garasi dan menelepon polisi. Sesuatu yang membuat dirinya dikirim ke Thurmond, “kamp rehabilitasi” milik pemerintah yang kejam. Dia mungkin telah selamat dari penyakit misterius yang membunuh sebagian besar anak-anak Amerika, tapi dia dan anak-anak lainnya harus berhadapan dengan sesuatu yang jauh lebih buruk; kemampuan menakutkan yang tidak dapat mereka kendalikan. Sekarang, saat berumur enam belas, Ruby termasuk salah satu anak yang memiliki kemampuan paling berbahaya.
Ketika kebenaran terungkap, Ruby susah payah meloloskan diri dari Thurmond. Sekarang dia dalam pelarian, putus asa mencoba menemukan satu tempat yang aman untuk anak-anak yang tersisa seperti dirinya-East River. Dia bergabung dengan sekelompok anak yang lolos dari kamp mereka sendiri. Liam, Pemimpin mereka yang berani, sangat menyukai Ruby. Tapi tak peduli betapa dia menginginkan cowok itu, Ruby tidak bisa mengambil risiko berdekatan dengannya. Tidak setelah apa yang terjadi pada orang tuanya.
Ketika mereka tiba di East River, tempat itu tidak seperti apa yang dibayangkan, yang paling misterius adalah pemimpinnya. Tapi, ada kekuatan lain yang bekerja, orang-orang yang tidak akan berhenti untuk menggunakan Ruby, dalam perjuangan mereka melawan pemerintah. Ruby akan dihadapkan dengan pilihan yang buruk, yang mungkin berarti menyerahkan satu-satunya kesempatan dia untuk sebuah kehidupan yang layak.
The Darkest Minds menceritakan tentang seorang anak bernama Ruby. Ketika berumur sepuluh tahun, ketika anak-anak lain tiba-tiba mati dikarenakan sebuah penyakit yang bernama IAAN Idiopathic Adolescent Acute Neurodegeneration-Degenerasi Saraf Akut Remaja Idiopatik. Dia yang selamat dari penyakit itu harus dikirim ke sebuah kamp milik pemerintah yang benama Thurmond.
Kamp itu besar, dikelilingi pagar listrik, dijaga ketat oleh para petugas khusus Psi yang membawa senjata api. Thurmond adalah kamp terburuk untuk anak-anak yang selamat dari penyakit IAAN.  Ternyata anak-anak yang selamat itu memiliki sebuah kekuatan yang tidak dapat dikontrol, sehingga mereka dibawa ke Thurmond untuk di rehabilitasi.

Anak-anak yang baru tiba di kamp di giring ke Rumah Sakit kamp untuk penyortiran melakukan CT Scan. Mereka dikelompokan berdasarkan warna yang melambangkan kekuatan mereka.
Bangsal Rumah Sakit kamp kebanyakan berisi anak-anak yang menjadi gila, otak rusak yang semakin dirusak oleh Thurmond. Ruby menyadari bahwa Thurmond  bukan tempat yang tepat untuk melakukan Rehabilitasi, yang semula diperuntukan untuk menyembuhkan para anak-anak.
Kekuatan anak-anak dikelompokan menjadi lima warna setiap anak yang datang dan telah melakukan penyortiran akan mendapatkan tanda X sesuai dengan warna  masing-masing.
X Merah mempunyai kemampuan dapat mengendalikan api. Anak-anak merah ini sangat berbahaya. Mereka disebut juga Pyrokinesis.Twitter27cc076X Orange mempunyai kemampuan mengendalikan dan memanipulasi pikiran orang lain. Anak-anak orange ini berbahaya. Mereka disebut juga Mind Control.

X Kuning mempunyai kemampuan dapat mengendalikan listrik. Mereka disebut Elektrokinesis

X Biru mempunyai kemampuan menggerakan benda tanpa menyentuhnya. Mereka disebut Telekinesis
X Hijau mempunyai kemampuan daya ingat yang kuat alias Jenius. Mereka disebut Genius.

 

“Tetap di Thurmond dan mati atau pergi dengan risiko mati”
Ruby yang memiliki tanda X Hijau, setelah melihat bagaimana PSF memperlakukan para anak-anak yang memiliki kekuatan tersebut. Dimana untuk Biru dan Hijau di izinkan berkeliaran bebas sedangkan anak-anak Kuning, Orange dan Merah tangan dan kaki mereka diborgol besi dan rantai yang menghubngkan mereka. Khusus Orange dipasangi masker mirip berangus diwajah. Ruby memutuskan untuk kabur dari kamp Thurmond. Dia  bertemu Liam Steward si Biru tokoh utama cowok dalam novel ini. Liam cowok berambut pirang pucat, mata biru, wajah kecoklatan dan memakai jaket kulit. Lee juga tengah melarikan diri dari Kampnya Caledonia, Ohio. Lee tidak sendiri ia ditemani Chubs si Hijau dan Zu anak Kuning.  Akhirnya mereka berempat dengan menaiki Black Betty mencari East River kamp yang menampung anak-anak Psi yang berhasil kabur dari kamp kejam pemerintah.

Berhasilkah mereka menemukan East River? Apakah Ruby jujur dengan kekuatan yang dimilikinya? Apakah Chubs benar-benar anak Hijau atau???

Gaes jika kalian membaca novel ini, harus ekstra telitiiiii dan benar-benar mengerti, karena alur cerita yang ditulis sang penulis lompat-lompat kadang menceritakan masa kini atau masa lalu. Teliti juga dengan mengklasifikasi  warna kekuatan yang dimiliki Ruby, Liam, Chubs dan Zu… saya yakin pasti awalnya kalian keliru dalam menebak warna dari mereka berempat. Saya pun baru menyadari bahwa Ruby ini adalah cewek setelah sampai pada halaman ke Sembilan puluh (saya kira awalnya Ruby ini tokoh cowok) hehehe.
Bersiap untuk novel keduanya dengan Never Fade.

“Tapi sekali kau menghancurkan sebuah kehidupan, maka kau tak akan pernah mendapatkannya kembali.”
“Liam mudah dibaca, dia terlalu sibuk mencari kebaikan dalam diri orang lain sehingga tak melihat pisau ditangan mereka.” –Chubs-
“Pikiran terkelam cenderung bersembunyi di balik wajah yang paling meragukan.”
“Pejamkan mata, aku akan mengakhiri kisahnya.” –Ruby-

PhotoFrameGrid_635516609681698953

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s