Kisah yang bertemu

Siapa yang menyangka akan bertemu denganmu, menautkan segala tanya dalam pikiranku. Tak pernah terpikir sedetik pun kau akan datang di saat seperti ini.
Dulu saling sapa pun tidak.
Kita bagai dua orang asing, ada tapi tak mengenal. Ah, mungkin kau sesekali menyapa, tapi sering juga aku abaikan sapa itu.
Pertama kali kau datang saat senja hampir turun sore itu. Siapa yang menyangka akan ada senja-senja lain yang menghampirimu untuk menemuiku.
Lalu hari berganti, sudah hari keberapa ini setelah pertemuan kita sore itu? Hari ini kau genggam jemariku erat.
Bila kau lihat pipiku memerah kala itu. Tapi aku bersyukur kau tidak melihatnya. Ataukah kau pura-pura tidak mengetahui itu?
Ini baru awal, mungkin nanti jalannya tidak akan mudah. Banyak kerikil yang harus kita hadapi. Tapi aku bangga bahwa akhirnya kau memilihku yang seperti ini.Aku juga bangga, bahwa akhirnya jemariku bertaut pada jemarimu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s