Bertanya Sendiri

Pada suatu sore yang di guyur hujan. Cinta ini dating dengan tiba-tiba. Berjalan dengan pelan-pelan. Mengintip lewat hati dengan teliti. Memperhatikan dengan seksama. Cinta ini diam-diam. Terus bertambah, menjalar ke aliran darah.
Cinta ini sembunyi-sembunyi.
Hey apa kau sadar sedang ku perhatikan?
Kau jawab, Ya aku sadar sedang kau perhatikan.
Lalu kemudian aku bertanya lagi.
Hey apa kau sadar jika sebenarnya aku suka kepadamu?
Kau pun menjawab, oh tentu aku tahu hal itu.
Sekali lagi aku bertanya padamu.
Hey apa kau mengerti dan tahu jika aku rindu?
Iya aku sangat tahu ketika kau sedang rindu.
Lalu apa kau juga tahu selama ini aku mencintaimu?
Kau pun terdiam sambil menatapku yang sebenarnya tak kau lihat.
Lalu kau berkata, iya tentu aku juga sudah tahu bahwa selama ini kau mencintaiku. Tapi apa yang bisa aku lakukan. Kau adalah temanku, dan aku…aku mencintai orang lain. Tidak bisakah kau mengerti hal itu?
Aku terdiam.
Ah, ya kita itu seperti domino. Aku terjatuh untukmu, sedang kau terjatuh untuk orang lain. Aku mengerti itu. Ini sebabnya perasaan ini aku simpan saja dalam hati. Kenapa? Karena aku tak ingin kehilangan sosok istimewa seperti dirimu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s