Es Krim Kocok

Langit kelabu, awan mendung abu. Cinta jadi debu. Benarkah hal ini tabu? Seketika aku ingin makan labu di hari minggu yang kelabu.
Hey kamu, kamu yang entah dimana keberadaannya. Ada tapi tak ada. Terasa tapi asing. Rindu ya merindu. Di batas kerinduan, di batas hujan hari ini.
Semua rasa melebur. Apa ini sama seperti es krim kocok yang kamu berikan pada suatu sore itu?
Aku tersenyum. Kamu pun sama.
Lalu apa rasanya ini? Vanila, mint atau coklat?
Bukan, aku bilang bukan .
Ini hanya sejumput rindu. Rindu yang tak berasa. Tidak seperti es krim kocok yang kau berikan hari itu.
Ini tidak berasa. Lalu bagaimana aku mempertahankan rasa?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s