Menunggu (lagi)

image

“Hallo H apa kabar kau disana? Aku harap kau baik-baik saja. Oh iya H hari ini hujan turun di kotaku. Tidak deras memang. Tapi mampu mengeluarkan aroma tanah. Dan aku suka.
Kau suka hujan H? Aku harap kau suka. Agar suatu hari nanti aku dapat mengajakmu berjalan dalam rapatnya air hujan. Hey jangan anggap itu menyebalkan. Menikmati hujan itu menyenangkan. Sehabis hujan reda kita akan menikmati minuman. Aah aku tahu apa yang kau suka. Kau pasti meminta dibuatkan green tea latte bukan?? Aku tahu itu. Sementara kau menikmati green tea latte mu, aku akan menyeduh secangkir kopi untuk diriku. Dalam banyak hal kita sama H. Tapi soal minuman kesukaan kita berbeda. Apa lagi yang berbeda dari kita?
“Bacaan” jawabmu disela seruputan green tea latte itu.”
Iya benar kita berbeda dalam hal bacaan.
Jangan sedih ya H. Kau tidak boleh sedih. Sejak awal aku mengenalmu kembali tugasku adalah membuat kau senang. Aku sering kali menangis jika kau bercerita hatimu sedang terluka.
Aku tahu H kalau kemarin hati mu telah patah. Aku tak akan menanyakan apa alasannya. Kau seolah kehilangan arah. Duniamu menjadi “dunia marra”.
Dan orang yang paling sedih atas hal yang menimpamu adalah aku H. Sore ini di teras sambil menikmati minuman,akan aku tunjukan bahwa masa depan akan baik baik saja.
“Hey lihat H.” Aku menunjukan sesuatu kepadamu. Lihat itu sepotong pelangi. Aku sering meminta pelangi diam diam. Dan kau tahu jika kau bersedih aku akan memberikan pelangiku kepadamu. Agar kau kembali senang. Dan sore ini akan ku berikan pelangi lagi untukmu. Jangan bersedih ya H.
Bahwa meskipun hujan turun sebelumnya tapi akan ada sesuatu yang indah menanti untuk dinikmati. H boleh aku bertanya? terima kasih jika boleh. “Apa aku bisa menjadi alasan di balik bahagiamu?”
Mungkin kini hatimu masih patah H. Tapi kau tahu,jika kau bisa mempercayaiku untuk menjagamu. Asal kau ulurkan tanganmu kepadaku. Maka akan ku genggam tangan itu. Tak akan pernah aku lepaskan.
Aah H aku teramat menyayangimu. “Kau sudah sayang aku belum?” Aku bertanya kepadamu.
Waktu terus berjalan H. Dan aku tidak ingin kehilangan mu untuk kedua kalinya.

Kapan kau akan mengambil rasa yang masih ada padaku. Aku menunggu.

Yang menyayangimu.
F

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s