Melukis Senja

image
Aku tahu kau mencintainya. Aku tahu kau menginginkannya. Aku tahu mimpimu adalah dia. Alasan bahagiamu juga adalah dia. Semua tentang dia.
Hatimu untuk dia. Ragamu untuk dia. Bahkan kau memberikan senyummu untuk dia.
Dia yang sering kau sebut namanya.
Katamu dia mampu memberikan cahaya kala gelap. Katamu dia memberikan gembira kala sedih.
Jika memang begitu. Mengapa dia pergi setelah semua yang kau lakukan untuknya. Mengapa dia berpaling ketika kau menunggunya di garis finish.
kala itu kau siap jatuh cinta padanya. Maka kini kau pun harus siap patah hati olehnya. Jatuh cinta tidak melulu soal kesenangan sayang. Jatuh cinta adalah pintu dua arah. Kau akan bahagia atau kau hanya bersiap membuka pintu yang lain untuk patah hati. Semua ada di tangan kalian. Pintu mana yang akan kalian pilih.
Tapi kini dia hanya membuka pintu patah hati. Pintu yang sebenarnya ingin kau tutup rapat rapat.  Seketika kau merasa duniamu tiada arti. Semuanya hitam. Bahkan semesta juga menyambut kesedihanmu dengan turunnya hujan. Setelah itu apa? Apa yang kau dapat selain genangan air hujan yang lambat laun akan habis juga.
Lalu kau melihat senja. Kau tahu kenapa aku dinamai senja? Mari aku beritahu.
Aku hanya senja. Yang kadang kala kau nikmati keberadaanya sesaat. Yang kadang kala kau lupakan kehadirannya.
Tapi kau tahu. Senja selalu hadir setiap hari. Bagaimanapun keadaanmu senja selalu hadir menemani.
Aku hanya senja. Yang mungkin sering kali kau lupakan.
Pertanyaannya apakah kini kau mau melukis senja?

Posted from WordPress for Android

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s