+ Hey sudah lama menunggu?
– Lumayan. Aku sudah pesankan latte untukmu.
+ Ah terima kasih.
– Hey kau sedang jatuh cinta ya? Rona mu merah sekali hari ini.
+ Aku sudah jatuh cinta sejak lama.
– Pada siapa?
+ Pada pria itu.
– Pria siapa?
+ Ah kau ini banyak bertanya. Pria bermata coklat. Penyuka warna coklat. Penyuka teh. Menyukai Muse.
– Ah dia rupanya. Kau sangat mencintainya ya?
+ Aku mencintainya dengan wajar. Secara pas.
– Kau ingin menjadi orang seperti apa untuk dia?
+ Aku ingin menjadi teman tempat dia berbagi tawa… aku ingin menjadi sahabat tempat dia berbagi sedih. Aku ingin menjadi tempat yang dia cari ketika dia ingin pulang.
-Ah aku tahu kau sangat menyayanginya. Kenapa kau tidak katakan dari dulu kau menyukainya, kenapa baru sekarang ketika jarak membuat semuanya semakin sulit.
+ Dulu aku tidak punya kesempatan untuk berbicara dengan dia. Hey siapa bilang jarak mempersulit semuanya. Dengar yaa terkadang kita membutuhkan jarak agar tahu dan mengerti bahwa perasaan itu bisa teruji oleh jarak.
– Kau bisa berpaling ke lain hati tidak?
+ Mana mungkin aku bisa berpaling ke lain hati di saat Tuhan mengirimkan makhluk seperti dia untukku kini.
– Lalu dimana dia sekarang?
+ Dia ada di sini. Di hatiku.

Posted from WordPress for Android

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s