Rindu itu tidak bersayap

Pagi ini ketika embun embun masih tertinggal di helai helai daun. Ketika oranye belum meninggalkan biru. Ketika kantuk masih sulit untuk di hilangkan. Ini sudah pagi ketiga aku merindukannya. Merindukan dia pria penyuka teh. Pria yang fotonya jelas terpampang dalan ponselku.
Kau tahu kan rindu itu bisa datang kapan saja. Sudah aku jelaskan berkali kali. Pagi ini aku mendengar Marry your daughternya Bryan parah itu lagu bikin tambah rindu sama kamu.
Ah kamu. Siapa sih sebenarnya kamu. Kamu selalu bilang “Aku makhluk dari mars.” Berarti aku telah mencintai makhluk dari mars. Aku telah menjatuhkan hatiku pada makhluk dari mars.
Hey kamu rindu ini sudah menggunung. Aku ingin bertemu.
Dalam semilir angin pagi aku titip untuk menerbangkan rindu padamu karena rindu tak bersayap. Cepat atau lambat rindu akan mendobrak pintunya sendiri.

Hey kamu terima kasih ya telah hadir kembali dalam hidupku.

Posted from WordPress for Android

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s