Lubang di Hati

Kini aku mengerti mengapa Charlie Chaplin senang menangis dalam rapatnya air hujan. Kini aku mengerti seperti apa rasanya ada lubang di hati. Kini aku mengerti seperti apa rasanya pengabaian. Selama ini aku mencintaimu seperti kau mencintai dirinya. Aku memperjuangkanmu seperti kau memperjuangkannya. Kini kau paham bukan bagaimana rasanya jadi aku? Kini kau paham bukan bagaimana terlukanya jadi aku? Aku yakin kau paham karena kau sudah terlebih dahulu merasakan itu.

Posted from WordPress for Android

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s