Secangkir latte dan Hujan

Aku tak pandai mengungkapkan perasaan,sayang. Jadi marilah dekat denganku dan kau akan merasakan sendiri bagaimana rasanya dicintaiku.
Jangan menjauh sayang sebab siapa tahu ada orang lain yang bergerak menyusulmu.
Jangan bersedih sayang,karena aku pasti akan lebih sedih darimu.
Kemarilah datanglah kesebuah kedai kopi. Aku tunggu kau di sudut kedai itu. Cobalah secangkir latte hangat. Juga setoples macaroon berwarna pastel. Apa kau melihat perempuan yang datang dalam rapatnya hujan. Itu aku sayang. Lalu bunyi lonceng berdenting ketika aku dorong pintu kedai itu. Titik titik air jatuh dari pakaian hangatku. Lalu aku duduk di hadapanmu. Seorang barista langgananku datang menghampiri “aku pesan hazelnut” kataku.
Sambil menunggu cangkirku datang. Aku diam menatapmu. Dan kau kembali menatapku lalu tersenyum. Seketika mendung menyingkir dari duniaku.

Posted from WordPress for Android

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s