Kedai Kopi Impian

Hari ini Senin 16 November 2015 seharusnya sudah masuk musim penghujan. Tapi hujan masih malu malu untuk turun. Sekarang di sebuah gedung kantor berlantai dua saya mulai mengetikan kata demi kata. Dalam sebuah kubikel ditemani security yang hari ini berjaga.
Kopi. Saya penikmat kopi. Terutama Arabika. Tidak jarang ketika sedang menulis saya selalu ditemani secangkir kopi dan sepiring biskuit coklat. Apalagi sambil ditemani hujan. Itu sempurna bukan.
Ngomong ngomong soal kopi. Saya selalu berkeinginan mempunyai sebuah kedai kopi. Bangunannya terdiri dari dua lantai. Dindingnya berwarna kopi tapi lebih muda. Kursi kursinya terbuat dari kayu dengan kaki kaki yang tinggi langsing. Lantai pertama harus berkesan minimalis. Lalu sebelah kiri akan menemui sebuah tangga. Di ruangan itu akan ada sofa berwarna merah yang empuk juga bantal bantal kecil berwarna warni. Di sisi sisinya akan terdapat rak buku tempel yang akan di isi dengan berbagai macam novel.
Saat hujan tiba pengunjung dapat menikmati secangkir latte hangat sambil mengenang cinta pertamanya di sudut kedai kami. Dan aku akan juga akan menunggu cintaku berkunjung sambil menikmati espresso dan segala tulisannya tentang dia.

Posted from WordPress for Android

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s