Malam pertama di desember

Ini malam 1 desember 2015
Aku terbaring dalam ruangan yang tidak terlalu luas. Jari jariku tak henti hentinya menari menyentuh huruf demi huruf.
Di luar aku mendengar gelegar petir saling menyambar. Tapi hujan tak kunjung datang.
Aku menunggu. Menunggu hujan turun. Aku selalu menunggu. Menunggu seseorang misalnya. Ini perkara menunggu. Hari demi hari aku menunggu dia. Mungkin yang di tunggu tak sadar dirinya sedang di tunggu. Sampai akhirnya aku sadar bahwa dia tak pernah kembali lagi. Kini aku tahu menunggu itu bukan saja perihal menunggu dan menemukan seseorang yang akan menghampirimu. Tapi menunggu juga bersiap untuk kehilangan orang tersebut. Aku bosan menunggu. Menunggu yang pada akhirnya dengan alasan yang sama ditinggalkan begitu saja. Manakah dari perlakuanku sehingga kau membalasnya dengan sepertinya? Apakah aku pernah menyakitimu? Aku tak pernah paham akan sikapmu kini. Dan kali ini aku ingin mencintai seseorang yang juga mencintaiku. Yang dia mau menungguku. Bukan hanya yang ku tunggu.

Posted from WordPress for Android

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s