Satu hati untuk dua hati

Malam ini dibulan November,,ya November rain..kotaku diguyur hujan lagi,,tapi kali ini tidak terlalu deras.
Seperti biasanya hujan selalu memberi inspirasi pada saya untuk menulis. Malam ini saya mendapat sms dari seorang teman isinya “Gue suka sama cewe J”.
Padahal yang saya tahu dia itu sudah punya pacar.
Ya…satu hati untuk dua hati,,begitulah saya menyebutnya. Saya berfikir bahwa sekarang ini begitu banyak orang yang telah memiliki pasangan entah itu pacaran atau sudah menikah untuk mencintai hati yang lain.
Apa keadaan ini patut disalahkan?
Siapa yang harus disalahkan?
Hati itu atau hati yang lain yang ia cintai?
Kadang ketika semua ini terjadi yang ada hanyalah keadaan dimana semuanya saling menyalahkan.
Meskipun menurut saya kejadian ini ada karena alasan sebab akibat,,yaa mungkin 5% nya tidak setuju dengan alasan ini.
Terkadang satu hati mencintai hati yang lain itu karena adanya sebab,,entah itu berkurangnya perhatian, rasa yang sudah mulai pudar,jenuh, atau memang nakal (oh saya sebenarnya enggan berkata yang satu ini :p)
Saya akan membahas untuk kalian yang belum menikah. Kadang semua ini terjadi begitu saja, hingga salah satu kalian berujar bahwa “kamu tidak setia”. Ooh cobalah untuk berfikir realistis, berkacalah dulu pada diri sendiri, dan katakan mengapa dia begitu? Apa alasan dia begitu? Apa kurang saya?
Mengerti lah bahwa keadaan itu tidak semuanya semau kita. Satu hati untuk dua hati ini membuat perasaan bingung, bingung ketika dihadapkan pada keadaan “harus memilih siapa saya?” pertanyaan yang terlihat mudah tapi ternyata memiliki jawaban yang sulit. Apalagi ditambah dengan pernyataan “saya tidak ingin menyakiti keduanya?”
Ooh kemon hidup ini mau tidak mau harus memilih, kalian yang tentukan jalannya. Suatu hubungan yang telah dijalin bertahun-tahun, orang yang kalian rasa kenal baik, bahkan ketika dengan susah payah kalian berkata bahwa “keluarganya sudah saya kenal, jadi kalau tidak jadi dengan dia, ga enak.”
Mungkin sepintas itu ada benarnya juga, tapi menurut saya hati itu tetap masalah hati. Kita tidak pernah tahu siapa jodoh kita. Apa kita akan langsung bersama dengannya? Or kita akan melalui sebagian hidup kita dengan orang lain yang pada akhirnya bertemu jodoh kita yang sebenarnya? Who knows?
Ini soal hati dan saya harap semuanya dilakukan dengan hati.
Bagi sebagian orang mencintai hati yang lain itu dianggap sebuah kesalahan. Bukannya saya mendukung kalian yang sudah or sedang berbagi hati. Tapi bagaimana ya ? semua ini kadang diluar nalar. Tapi untuk yang belum menikah cobalah untuk mengerti bagaimana semua ini bisa terjadi. Itu lah pertanyaan yang sebenarnya harus kalian jawab.
Satu hati untuk dua hati itu tidak selamanya salah,,!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s