Jika waktu ku hampir habis

Pagi ini kamis 10 februari 2011 pukul 7:19 am. Sembari meneguk secangkir carebian nut saya termenung di depan kompi. Sebuah pertanyaan melintasi fikiran saya. Pernah kalian berfikir apabila hari ini hari terakhir kalian menikmati dunia,apa yang akan kalian lakukan?
Kalian ingat sekarang di acara-acara seleb sedang marak para seleb tiba-tiba meninggal mendadak, atau bukan hanya mereka yang setiap hari wara wiri di layar kaca,bahkan manusia di berbagai belahan dunia bisa mengalami kejadian seperti itu.
Seandainya mereka tau bahwa hari ini hari terakhir mereka,mungkin mereka akan menghabiskan waktu bersama orang-orang terkasih, tersenyum,meminta maaf,bersenang-senang hingga nanti yang di ingatnya adalah kebahagian sebelum kesedihan karena di tinggal tiba-tiba.
Lalu saya bertanya pada diri saya
Apa yang akan saya lakukan jika hari ini hari terakhir saya?
Tentu saja saya akan merasa sedih,saya akan meninggalkan kehidupan ini,meninggalkan orang-orang yang saya cintai,menangis karena teringat masalah-masalah yang selama ini saya alami,tersenyum mengingat setiap kejadian lucu yang saya lewati. Ahhk saya rasa saya sedih.
Lalu selain itu ada lagi?
Ya tentu,,saya ingin memberitahukan kepada orang-orang yang saya cintai bahwa saya juga mencintainya,memeluk mereka dengan erat,meminta mereka berhenti menangisi saya,tapi tetap membawa saya dalam doa.
Saya juga ingin melunasi utang piutang saya,membuat senang orang-orang disekitar saya,berbuat baik selama sisa waktu saya.
Lalu apalagi yang saya akan lakukan?
Saya akan menangis,karena mengetahui bahwa sekali lagi saya akan sendiri setelah ini,saya tidak bisa lagi melihat ibu dan adik saya di pagi hari, saya tidak dapat lagi melihat ayah saya. Lalu saya akan berpamitan kepada mereka,berterima kasih atas semua hal yang indah yang saya lalui bersama mereka.
Dan saya akan menunggu waktu sambil berdoa sambil menangis,dan membaca kalimat syahadat sekali lagi,hingga dada terasa sesak,hingga nafas tak lagi berhembus,dan jantung enggan berdetak lagi sampai saya tersungkur di atas sajadah.
Tapi saya punya sebuah permintaan jika saya boleh meminta
Tuhan jangan dulu Kau ambil nyawaku sebelum saya bisa menyekolahkan adik saya sampai perguruan tinggi, membelikan ibu saya rumah, membuat kedua orang tua saya bahagia. Mengetahui jodoh saya. Dan saya ingin berkumpul dengan keluarga saya,mengatakan pada ayah saya “love you pap”.
Sesekali saya usap air mata ini,,saya teguk lagi carebian nut yang sudah menjadi dingin,sambil termenung memikirkan semua itu.
Itu jika saya mengetahui bahwa hari ini adalah hari terakhir saya.
Lalu bagaimana jika kau atau saya tidak mengetahui kapan hari terakhir kita di dunia?
Simple saja,,saya akan berfikir bahwa setiap harinya adalah hari terakhir saya,maka saya tidak akan menyianyiakan setiap kesempatan yang diberikan setiap harinya. Dengan begitu saya akan merasa siap jika Tuhan sewaktu-waktu rindu pada saya.
Tapi jika boleh jujur,,,saya ingin permintaan saya sebelumnya terkabul
Lalu bagaimana dengan kalian?
Apa yang akan kalian lakukan?
Silahkan tulis semua yang kalian inginkan di lembaran komentar ya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s