Puisi terakhir

Sekarang baru aku percaya
Cinta tak harus memiliki benar adanya
Dan ternyata memang pahit, sepahit yang ku kira
Kau pernah cukup lama meratui hatiku
Bermukim di istana mimpiku
Menyelami malam-malam panjangku
Menyemai pagi dengan cinta dan kata-kata penuh pesona
Bayangmulah yang menuntun tanganku
Berdansa dengan pena kehidupan
menari dengan kertas kenyataan
Dan akhirnya meskipun kau tak ku miliki
tak sedikitpun aku merasa dengki
sekalipun untuk tawa tak lagi ada
Untuk tatap menjadi sirna
Kau tetaplah kau
yang pernah buat romansa indah
Dan sekarang kau tetaplah keindahan kuatku
Karena aku ingin kau
BAHAGIA
Itu saja

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s